Additional Military Layer (AML) merupakan layer tambahan untuk peta laut yang berisikan data untuk memenuhi kebutuhan pertahanan di laut, di luar peta laut atau peta navigasi. AML memiliki 6 (enam) layer statis, diantaranya terdapat beberapa layer yang dapat digunakan pada saat pelaksanaan duduk kapal selam yaitu Contour Lines Bathimetri (CLB) dan Environment Seabed and Beach (ESB). Layer CLB m…
Kebutuhan LAT sesuai dengan resolusi 3/1919, sebagai standar tingkat yang praktis yang dapat diterima oleh kantor Hidrografi, harus diadopsi sebagai Chart Datum (CD). Sebagai alternatif, perbedaan antara LAT dan CD Nasional dapat ditentukan pada dokumen Bahari. Pendirian stasiun pasang surut permanen secara nasional sangat diperlukan untuk mempelajari dinamika Perairan Indonesia guna mendukung …
Perairan Laut Maluku yang berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik mengakibatkan maraknya kegiatan Illegal Unregulated and Unreported Fishing (IUU-Fishing). Patroli keamanan laut dalam rangka mengatasi IUU-Fishing saat ini masih mengandalkan informasi dari nelayan setempat yang diterima oleh pangkalan TNI AL terdekat, sehingga patroli yang dilakukan lebih banyak digunakan untuk mencari area …
TPXO 7.1 adalah model pasang surut yang berasal dari asimilasi data altimetri dengan model hidrodinamika. Dalam penelitian ini model TPXO 7.1 dijalankan menggunakan perangkat lunak Tidal Model Driver (TMD) untuk memprediksi. Penelitian dilakukan di 11 lokasi yaitu Sabang, Natuna, Marina Ancol, Sendang Biru, Sebatik, Lembar, Makassar, Maritain NTT, Ternate, Jayapura dan Merauke. Lokasi ters…
Survei batimetri dengan menggunakan Multibeam Echosounder (MBES) sangat umum digunakan pada saat ini, berbeda dengan survei menggunakan Singlebeam Echosounder (SBES). MBES merupakan hasil pengembangan dari alat SBES yang menggunakan gelombang suara/akustik yang dapat menghasilkan data batimetri dengan resolusi tinggi, MBES menggunakan overlap antar lajur yang sesuai dengan IHO S 44 edisi 5 tahu…
Selat Sunda merupakan salah satu selat yang dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) yang digunakan untuk kepentingan jalur pelayaran niaga, selain itu juga digunakan sebagai jalur pelayaran militer termasuk sebagai jalur lintas kapal selam. Dalam pelaksanaan tugas operasi kapal selam dibutuhkan suatu peta yang secara khusus dibangun untuk menunjang kegiatan operasi yang dibuat dari …
Kebutuhan akan pemetaan batimetri perairan dangkal sangat dibutuhkan dalam updating peta laut untuk menjamin keselamatan bernavigasi. Penelitian ini memanfaatan pengideraan jauh (Remote Sensing) dengan menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI dan mengembangkan metode tersebut untuk mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) kurang dari 30 meter pada lokasi yang telah disurvei dengan baik di S…
Selat sunda merupakan alur pelayaran penting baik domestik maupun internasional dan merupakan bagian dari ALKI I. Bagian utara Selat Sunda Banyak terdapat pulau dan kedangkalan yang merupakan bahaya navigasi pelayaran sehingga pemutakhiran peta navigasi mutlak dilakukan secara berkala untuk menjamin keselamatan pelayaran. Koreksi pasang surut merupakan sesuatu yang sangat vital dalam pengolahan…
Teluk Palu terletak di Sulawesi Tengah dan memiliki beberapa pelabuhan yang ramai disinggahi oleh kapal-kapal salah satunya Pelabuhan Pantoloan. Dengan terjadinya gempa dan tsunami tahun 2018 mengakibatkan adanya perubahan yang terjadi dialur pelayaran Pelabuhan Pantoloan yang dapat mempengaruhi keamaan dalam pelayaran. Keamanan dalam pelayaran merupakan faktor yang sangat penting untuk menunja…
Laut Banda merupakan perairan yang sangat dinamis oleh arus dan gelombang serta ramai karena termasuk jalur perdagangan internasional yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI III). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fenomena dan karakteristik Eddy yang terjadi di Perairan Laut Banda, menganalisis hubungan arus pusaran (Eddy) dengan data oseanografi lainnya (dinamika…