Text
Integrasi Data MBES, LiDAR, dan GNSS dalam Menghasilkan Model Elevasi Digital Daratan dan Perairan di Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta
Integrasi data topografi dan batimetri merupakan tahapan penting dalam menghasilkan Digital Elevation Model (DEM) yang komprehensif pada wilayah pesisir dan pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan data Light Detection and Ranging (LIDAR) dan Multibeam Echosounder (MBES) serta mengevaluasi kualitas hasil integrasi pada wilayah Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta. Data MBES diperoleh melalui survei hidrografi, sedangkan data LIDAR diperoleh menggunakan wahana nirawak dengan metode Post Processing Kinematic (PPK). Kedua dataset diselaraskan dalam sistem referensi yang sama, yaitu proyeksi UTM Zona 48S untuk koordinat horizontal dan datum vertikal Mean Sea Level (MSL) menggunakan model geoid InaGeold 2020.
Validasi dilakukan menggunakan pendekatan multi-level validation yang meliputi uji akurasi absolut terhadap Ground Control Point (GCP), analisis statistik, serta evaluasi kontinuitas spasial. Hasil validasi menunjukkan bahwa data LiDAR memiliki akurasi vertikal yang tinggi dan layak digunakan sebagai referensi topografi dalam proses integrasi. Model elevasi yang dihasilkan mampu merepresentasikan kondisi topografi dan batimetri secara menyeluruh pada wilayah penelitian.
Analisis statistik menunjukkan bahwa hubungan antara data LIDAR dan MBES bersifat konsisten dan stabil. Tidak ditemukan gap spasial pada batas integrasi sehingga model elevasi tidak mengalami diskontinuitas. Pendekatan validasi robust juga menunjukkan tidak adanya outlier yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi data LiDAR dan MBES menghasilkan model elevasi yang seamless dalam konteks lingkungan pelabuhan secara geometrik dan statistik.
Kata kunci: LiDAR, Multibeam Echosounder, DEM, integrasi multisensor, seamless, pelabuhan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain