Dari hasil perhitungan dan pembahasan simulasi operasi peranjauan diperoleh : a. Gerak benda dalam fluida dipengaruhi oleh koefisien gesek yang tergantung pada faktor bentuk benda, b. Dengan memperhitungkan pengaruh parameter lingkungan laut terjadi pergeseran posisi ranjau dari posisi awal dijatuhkan di permukaan sampai di dasar laut pada kedalaman laut 50 m dengan besar koefisien kekentalan a…
Dalam operasi ranjau diperlukan ketepatan posisi suatu ranjau. Untuk jenis ranjau jangkar seperti jenis KB ( M-26 ) yang dimiliki oleh TNi AL disamping ketepatan posisi ranjau juga diperlukan ketepatan kedaiaman pada bagian kepala ranjau jangkar dari permukaan laut agar dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan yang direncanakan. Posisi kepala ranjau dapat bergerak karena adanya pengaruh doro…
Dalam Operasi Peranjauan, posisi akhir jatuh ranjau di dasar laut ditentukan oleh spesifikasi teknis ranjau, dimensi kapal, kecepatan arus, viskositas air laut, massa jenis air laut, dan koehsien gesek air laut terhadap ranjau di lokasi penyebaran ranjau. Dalam penelitian dilaksanakan simulasi peranjauan menggunakan persamaan persamaan mekanika huida untuk menentukan koefisien gesek air laut te…
Medan Ranjau adalah daerah perairan yang disebari ranjau-ranjau dengan maksud dan tujuan tertentu. Selama pelaksanaan operasi peranjauan, Satuan Kapal Ranjau membutuhkan informasi mengenai lingkungan fisik daerah operasinya. Informasi mengenai lingkungan fisik medan ranjau dapat diperoleh dari hasil pelaksanaan kegiatan survey dan penyimpanan data yang dilakukan secara terus menerus dan berkesi…