Kebutuhan akan pemetaan batimetri perairan dangkal sangat dibutuhkan dalam updating peta laut untuk menjamin keselamatan bernavigasi. Penelitian ini memanfaatan pengideraan jauh (Remote Sensing) dengan menggunakan citra satelit Sentine-2A dan mengembangkan metode tersebut untuk mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) kurang dari 20 meter pada lokasi yang telah disurvei dengan baik di Pera…
Peta Wisata Bahari (PWB) dibuat untuk menyajikan informasi tentang lokasi tempat – tempat wisata, ada banyak ikon/simbol yang mudah dikenali dan disertai informasi singkat tentang tempat tersebut, serta sebagai sarana pendukung bantu bernavigasi dalam pelayaran sehingga mempermudah para wisatawan dalam menentukan pilihan wisata-wisata yang ada yang akan dijadikan sebagai destinasi wisata. PW…
Pushidrosal bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi meliputi fungsi militer, fungsi pelayanan umum, fungsi penerapan lingkungan laut, dan fungsi diplomasi bidang hidrografi dan batas maritim yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Staf Angkatan Laut. Salah satu produknya adalah Peta Tematik Pendaratan. Adalah Peta yang digunakan untuk operasi pendaratan pasu…
Pushidrosal ditetapkan sebagai Lembaga Hidrografi Nasional berdasarkan Perpres Nomor 62 Tahun 2016. Pushidrosal bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi yang meliputi survei, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut, dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun untuk kepentingan umum, dan menyiapkan data dan informasi wilayah pertahana…
Ketersediaan data muka laut pada saat terjadi Supermoon di Perairan Kalabahi Nusa Tenggara Timur, merupakan modal untuk perhitungan dan menganalisis LAT untuk mendapatkan kedudukan Chart datum atau Muka Surutan Peta Laut. Data yang digunakan berasal dari pengukuran pasang surut Tim Survei Pushidrosal Perairan Kalabahi NTT pada tanggal 13 November hingga 12 Desember 2017. Dan data hasil pengukur…
Additional Military Layer (AML) merupakan layer tambahan untuk peta laut yang berisikan data untuk memenuhi kebutuhan pertahanan di laut, di luar peta laut atau peta navigasi. AML memiliki 6 (enam) layer statis, diantaranya terdapat beberapa layer yang dapat digunakan pada saat pelaksanaan duduk kapal selam yaitu Contour Lines Bathimetri (CLB) dan Environment Seabed and Beach (ESB). Layer CLB m…
Selat Sunda merupakan salah satu selat yang dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I) yang digunakan untuk kepentingan jalur pelayaran niaga, selain itu juga digunakan sebagai jalur pelayaran militer termasuk sebagai jalur lintas kapal selam. Dalam pelaksanaan tugas operasi kapal selam dibutuhkan suatu peta yang secara khusus dibangun untuk menunjang kegiatan operasi yang dibuat dari …
Kebutuhan akan pemetaan batimetri perairan dangkal sangat dibutuhkan dalam updating peta laut untuk menjamin keselamatan bernavigasi. Penelitian ini memanfaatan pengideraan jauh (Remote Sensing) dengan menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI dan mengembangkan metode tersebut untuk mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) kurang dari 30 meter pada lokasi yang telah disurvei dengan baik di S…
Dalam operasi SAR dan pencarian target, peta laut memiliki peran penting dalam memberikan informasi mengenai karakteristik dari fitur-fitur dasar laut. Informasi ini berguna dalam mapping objek dan pengambilan keputusan dalam menentukan metode SAR. Data utama dalam peta laut adalah data batimetri yang diperoleh dengan kontrol ketat melalui prosedur Quality Assurance (QA) dan Quality Control…
Electmnic Navigational Charts (ENC) adalah suatu peta vektor yang dikompilasi dari sebuah basis data objek individual yang tergeoreferensi berdasarkan pada standar transfer data S-57 IHO. Saat ini, ENC yang mencakup rute dan pelabuhan utama Indonesia telah tersedia, namun informasi yang lebih rinci tentang informasi pelabuhan Indonesia belum terakomodir secara lengkap oleh S-57 lHO, Port ENC me…