Penelitian ini membahas perbandingan hasil data batimetri dengan koreksi pasut menggunakan metode fide gauge, GNSS tide tanpa koreksi, dan GNSS tide dengan koreksi undulasi geoid. Data yang digunakan merupakan hasil kegiatan survei batimetri dengan multibeam echosounder (MBES) di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada bulan Juni tahun 2024. Pada saat survei, secara simultan juga dilakukan p…
Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Dalam pengolahan data batimetri diperlukan beberapa koreksi, salahsatunya adalah koreksi pasang surut. Data pasang surut selama ini diperoleh dari pengamatan pasang surut dengan tide gauge. Pengamatan pasang surut dilaksanakan bersamaan dengan dilaksanakannya pemeruman. Teknologi …
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengembangkan sistem penentu jarak bawah air dengan membuat rancang bangun alat penentu jarak di bawah air menggunakan metode USBL ( Ultra Short Base Line ) dengan Microkontroler Raspberry Pico dan sensor P/ezoelectric. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan dasar pemahaman dan mengimplementasikan penguasaan teknologi akustik penentu jarak …
Survei batimetri dengan menggunakan Multibeam Echosounder (MBES) sangat umum digunakan pada saat ini, berbeda dengan survei menggunakan Singlebeam Echosounder (SBES). MBES merupakan hasil pengembangan dari alat SBES yang menggunakan gelombang suara/akustik yang dapat menghasilkan data batimetri dengan resolusi tinggi, MBES menggunakan overlap antar lajur yang sesuai dengan IHO S 44 edisi 5 tahu…
Keamanan pelayaran merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi laut serta mencegah terjadinya kecelakaan dilaut. Bahaya navigasi pelayaran seperti objek di bawah laut berasal dari akibat buatan manusia. Penelitian menggunakan objek berupa wreck yang berada di Perairan Kepulauan Seribu Teluk Jakarta. Hasilnya pengolahan data menggunakan CARIS HIPS and SIPS 9.0 me…
Analisis data batimetri perairan dangkal menggunakan citra satelit SPOT-7, untuk mengetahui hasil ekstraksi nilai kedalaman pada perairan laut dangkal menggunakan metode Random Forest yang memasukan 5 algoritma serta mengetahui nilai akurasi
Keunggulan memanfaatkan inderaja untuk pemetaan batimetri yang lebih efektif dan efisien dibanding metode lainnya. Batimetri juga termsuk kedalam suatu sistem dinamis yang rentan akan dperubahan, sehingga teknologi inderaja merupakan solusi alternatif yang tepat secara cepat dan berkala untuk merevisi peta batimetri yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan batimetri perairan dangkal L…
Lebih 80% aktifitas perdagangan di seluruh dunia dilaksanakan di laut. Perdagangan melalui laut merupakan komponen dasar bagi perkembangan ekonomi sebuah negara. Saat ini masih banyak perairan alur pelayaran dan dermaga di seluruh dunia tidak memiliki data yang akurat dan bahkan tidak tergambarkan dalam peta laut. Data batimetri yang dipercaya dengan cara dilakukan uji atau kontrol kualitas dat…
Permasalahan utama pada area pelabuhan adalah teriadinya pendangkalan alur kapal sebagai akibat dari adanya sedimentasi. Salah satu daerah yang memiliki masalah sedimentasi adalah alur pelayaran Pelabuhan Cirebon. Pelabuhan Cirebon terletak di Kota Cirebon yang secara geografis berada di 6042'54" LS dan 108034'9” BT. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui pola sedimentasi pada al…
Single beam Echosounder mempunyai keterbatasan dalam menampilkan permukaan dasar laut secara menyeluruh karena hasil deteksi hanya berupa profile kedalaman dan dibutuhkan waktu lama untuk penyelesaian survei. Teknologi yang. mampu untuk. meliput dasar laut secara menyeluruh dalam waktu singkat adalah Multibeam Echosounder. Untuk itu, organisasi hidrografi internasional ([HO) pada tahun I998 tel…