Text
Pemanfaatan Data Drone Multispectrial Untuk Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Di Ekosistem Terumbu Karang (Studi Kasus Perairan Dangkal Pemuteran Bali)
Batimetri hasil dari drone multispektral merupakan teknik fotogrametri berbasiskan UAV yang memiliki resolusi spasial 5.8 cm/px dan menjadi salah satu alternatif dalam pembuatan peta batimetri perawan dangkal tanpa survei lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gans pantai dan peningkatan akurasi prediksi kedalaman kurang dari 1 meter yang di validasi dengan data garis pantai dan kedalaman im situ. Hasi perhitungan penentuan garis pantai dengan hasi orthomosaic dan perungkatan akurasi prediksi kedalaman menggunakan algoritma regresi frier. Hasil overlay garis pantai orthomosaic dengan garis pantas in situ menunjukan perbedaan jarak rata-rata sebesar 0.569 meter dan standar Geviasi sebesar 0.176 meter dengan hasil interpretasi jenis garis pantai dan Getail objek hasil orthomosaic. Hasil tersebut dikaitkan dengan ketelitian Total Honzontal Uncertainty (THU) standar survei hidrografi Intemabonal Hydrographic Organization (IHO) S-44 edisi 6 tahun 2020 tentang topografi garis pantai masuk pada orde eksklusif dimana ketelitian maksimumnya adalah sebesar 1 meter. Selain itu hasil peningkatan akurasi prediksi kedalaman menggunakan algoritma dari regresi linier diperoleh persamaan yz-25.781x - 22.893 dengan R? z 0.4283. Sehingga uji akurasi prediksi kedalaman yang sudah terkoreksi pasut mempunyai MAPE sebesar 0.19 Y& dengan RMSE 0.435 meter. Sesuai Total Vertical Uncertainty (TVU) standar survei hidrografi International Hydrographic Organization (IHO) S44 edisi 8 tahun 2020 tentang akurasi ketelitian prediksi kedalaman terdiri dari 52.91 Yo masuk pada orde eksklusif, 19.054 masuk pada orde khusus, 18.52 Yo masuk pada orde Ia/1b, 7.94 & masuk pada orde 2 serta 1.59 X& tidak masuk pada orde ketelitian.
Tidak tersedia versi lain