Text
Implementasi Teknik Fotogrametri Untuk Pemetaan Batimetri Menggunakan Data Drone Multispektral (Studi Kasus Perairan Dangkal Pamuteran Buleleng Provensi Bali)
Dengan berkembangannya teknologi yang begitu pesat, peran teknologi penginderaan jauh (remote sensing) saat ini adalah salah satu cara atau metode yang diharapkan dapat memberikan solusi dalam penyajian data dan informasi yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan survei pemetaan pada daerah-daerah tidak dapat dijangkau dengan echosounder. Salah satu metode penginderaan jauh ialah dengan menggunakan metode fotogrametri, yang berbasiskan pesawat tanpa awak atau yang lebih dikenal dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dilengkapi dengan kamera multispektral. Dari metode ini bisa didapatkan data foto udara dengan sekala detail dan terkini. Dengan adanya metode fotogrametri ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk mendapatkan data kedalaman pada daerah-daerah yang tidak dapat terjangkau dengan echosounder, sehingga tidak ada kekosongan data pada daerah-daerah yang sulit dan berbahaya. Data foto udara diambil menggunakan drone yang dilengkapi dengan kamera multispektral, dengan sistem penentuan posisinya secara Real Time Kinnematic (RTK). Hasil perhitungan ketelitian vertikal mengacu pada standar publikasi IHO S-44 tentang pengukuran kedalaman laut. Pemotretan dilakukan dengan ketinggian terbang 110 m, dengan tampalan depan 80X dan samping 6076. Kemudian data foto udara tersebut diproses menggunakan algoritma Structure from Motion (SfM) yang terdapat pada software agisoft metashape professional. Data yang didapatkan tersebut kemudian dihitung menggunakan rumus koreksi refraksi (algoritma Jerlov 1976). Setelah data kedalaman didapatkan kemudian dilaksanakan direduksi pasang surut, kemudian divalidasi dengan data kedalaman insitu dan yang terakhir proses uji akurasi vertikal sesuai standar publikasi IHO S-44. Hasil perhitungan ketelitian vertikal data tersebut didapatkan kedalaman kurang dari -0,43 meter dengan jumlah data 173 masuk kedalam orde exclusive 3,606, orde spesial 4,506, orde 1A/1B 9,01Y4, orde 2 82,88”5 dan 06 tidak masuk kedalam orde ketelitian. Sedangkan prediksi kedalaman lebih dari -0,42 meter dengan jumlah data 478 tidak ada yang masuk pada orde ketelitian.
Tidak tersedia versi lain