Text
Kajian Perawatan Kolam Pelabuhan Dalam Aspek Hidro-Oseanografi (Studi Kasus Dermaga Sunda Pondok Dayung)
Salah satu pangkalan yang sangat strategis di jajaran TNI AL yaitu Pangkalan TNI AL Pondok Dayung yang terletak di Ibukota Jakarta yang merupakan pangkalan paling strategis yang tidak hanya digunakan sebagai tempat berlabuhnya bagi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Wilayah I (Koarmada 1) dan Kapal TNI Angkatan Laut (KAL) di bawah Pangkalan Utama TNI AL III Jakarta (Lantamal III Jakarta). Dalam melaksanakan perawatan suatu pangkalan TNI AL diperlukan pengetahuan yang salah satunya adalah kedalaman suatu perairan, merujuk hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan analisis data multibeam echosounder, karakteristik hidrodinamika dan laju pendangkalan di area tersebut yang sangat penting sebagai acuan navigasi untuk manuver kapal juga dalam perencanaan kegiatan pengerukan di perairan Kolam Dermaga Sunda TNI AL Pondok Dayung. Untuk mengetahui karakteristik hidrodinamika yaitu dengan metode pemodelan numerik menggunakan software MIKE-21 yang dapat memvisualisasikan kondisi di lapangan. Dalam simulasi pemodelan ini, arus dibangkitkan oleh interaksi pasang surut. Berdasarkan hasil simulasi model dengan inputan data parameter batimetri, garis pantai dan pasang surut menunjukkan karakteristik pola arus di area penelitian lebih didominasi oleh pengaruh pasang surut dan morfologi bentuk garis pantai/pelabuhan. Data penelitian ini berupa data primer yang dilaksanakan pada musim timur periode tanggal 22 Juli s.d. 5 Agustus 2022. Hasil validasi dengan data elevasi pasang surut dari stasiun pasut Pondok Dayung milik Badan Informasi Geospasial (BIG), didapat hasil simulasi model pada tanggal 15 Januari s.d. 15 Februari 2022 sebagai bulan perwakilan musim barat memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,100456 dengan nilai korelasi 0,9047. Selanjutnya pada periode tanggal 21 Juli s.d. 5 Agustus 2022 sebagai bulan perwakilan musim timur memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,120279 dengan nilai korelasi 0,8327. Kemudian hasil validasi data arus model dengan data arus lapangan pada periode tanggal 21 Juli s.d. 5 Agustus 2022 memiliki nilai RMSE yang baik yaitu 0,014834 dengan nilai korelasi 0,6746. Tingkat laju pendangkalan pada musim barat sebesar 10,6 cm dan laju pendangkalan pada musim timur sebesar 9,2 cm menghasilkan total laju pendangkalan sebesar 19,8 cm akumulasi per tahun dan akan terjadi pendangkalan 1 m dalam waktu ± 5 tahun. Adapun kedalaman rata-rata di area kolam Dermaga Sunda yaitu 8 meter maka kedalaman menjadi 5 meter dengan asumsi dengan draft kapal paling dalam (4,5 m) yaitu KRI berjenis Landing Platform Dock (LPD), sehingga estimasi pelaksanaan perawatan pengerukan sekitar 15 tahun ke depan. Untuk perencanaan kegiatan pengerukan diperlukan data nilai batimetri dari data primer Multibeam Echosounder (MBES) yang diperoleh
dari hasil survei Pushidrosal yang dilaksanakaan oleh KRI Rigel-933 diPondok Dayung Tanjung Priok pada bulan Mei 2020. Hasil data nilai batimetri di area penelitian bervariasi antara kedalaman 2 s.d. 11 meter dari permukaan laut. Desain kedalaman rencana untuk pengerukan pada kolam Dermaga Sunda Pondok Dayung yaitu -10 MLWS dengan slope 1:3 dan siltation rate sebesar 20% (Pedoman Teknis Pengerukan & Reklamasi DepHub, 2006). Perhitungan volume pengerukan menggunakan bantuan Software Hypack 2015, volume pengerukan diperoleh dengan interpolasi Triangulated Irregular Network (TIN). Hasil volume pengerukan di area penelitian yaitu sebesar 638.956,6 m3 kemudian ditambahkan nilai siltation rate 20% dan mendapatkan nilai total sebesar 766.747,92 m3.
Tidak tersedia versi lain