Text
Analisis Hasil Komparasi Variabel Massa Air Antara Model Global Dan Observasi Di Laut Banda Guna Pemutakhiran Wilayah Fusi Oseanografi (WFO)
Laut Banda merupakan kawasaan perairan Indonesia timur yang termasuk ke dalam perairan Samudera Pasifik barat dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Laut Banda memiliki rata-rata kedalaman lebih dari 2.000 m serta terdapat palung dengan kedalaman berkisar 7.440 m, sehingga sangat mempengaruhi proses pergerakan massa air. Oleh karena itu dirasa penting untuk memiliki basis data oseanografi di wilayah tersebut guna mengetahui dinamika karakteristik kolom air. Pusat HidroOseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) melalui ekspedisi Jala Citra 2 — 2022 “Banda” bermaksud meneliti lebih dalam pada aspek hidrooseanografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi variabel suhu, salinitas dan densitas data observasi Ekspedisi Jala Citra 2 — 2022 “Banda” dengan variabel suhu, salinitas dan densitas model global CMEMS Copernicus guna pemutakhiran Wilayah Fusi Oseanografi-07 Laut Banda yang merupakan basis data milik STTAL sejak tahun 2019. Selain itu, analisa data arus juga dilakukan menyesuaikan track cruise Ekspedisi Jala Citra 2 — 2022 “Banda” diekstrak dari data model global. Penelitian ini dirancang dengan metode kuantitatif dan statistik deskriptif untuk menganalisis karakteristik masing-masing variabel massa air, serta dilakukan perhitungan estimasi kesalahan, analisis korelasi serta regresi pada 3 perwakilan kedalaman yaitu lapisan permukaan #0.5 m, termoklin t77.85 m dan lapisan laut dalam/deep t453 m untuk mengetahui tingkat keakurasian data model global terhadap data observasi dengan tools Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik massa air pada data observasi Ekspedisi Jala Citra 2 - 2022 “Banda” dan model global didominasi oleh 3 jenis massa air yaitu Western South Pacific Central Water, Eastern South Pacific Central Water, dan North Pacific Eguatorial Water. Kemudian pada hasil komparasi variabel massa air laut didapatkan pada lapisan permukaan model global memiliki tingkat hubungan paling signifikan terhadap variabel massa air observasi, dengan taraf signifikansi variabel suhu dan salinitas 0.05 atau tingkat kepercayaan 955, sedangkan pada variabel densitas memiliki taraf signifikansi 0.1 atau tingkat kepercayaan 9054.
Tidak tersedia versi lain