Text
Kelayakan Wisata Selam Di Perairan Sekitar Pulau Tabuan Kabupaten Banyuwnagi
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kelayakan lingkungan perairan Pulau Tabuan sebagai objek wisata selam, dan mempelajari hidro-oseanografi perairan Pulau Tabuan, guna menentukan prakiran saat aman untuk kepentingan pelaksanaan wisata selam, dalam rentang waktu musiman, bulanan dan harian. Penelitian menggunakan metode survei, dilaksanakan dalam dua periode musim yaitu musim tenang pada bulan Maret dan musim badai pada bulan Juli. Penilaian kelayakan dilakukan dengan memberikan skor parameter lingkungan, skor tiap-tiap parameter dijumlahkan, secara total digunakan untuk menilai kelayakan. Penentuan saat aman dilakukan dengan memberikan skor hasil prediksi arus dan gelombang. Skor dibedakan menjadi tiga yaitu skor 1, skor 2 dan skor 3, hasil akhir kombinasi skor arus dan gelombang dikonversi menjadi saat aman, saat waspada atau saat bahaya. Hasil penilaian lima parameter utama kecerahan, kualitas air, persen tutupan karang, ketersediaan fasilitas pendukung dan persepsi masyarakat, didapatkan skor total berturut-turut 26% luas area total skor 23, 29% luas area total skor = 22, 22% luas area total skor = 21 dan 23% luas area total skor 20. Dari persentase skor total tersebut 55% luas area sangat layak dijadikan obyek wisata selam, 22% luas area layak dijadikan obyek wisata selam dan 23% luas area kurang layak dijadikan objek wisata selam karena salah satu parameter bernilai 2. Saat aman pelaksanaan wisata selama dalam periode harian adalah selama 8-9 jam, yaitu dua jam setelah terjadinya puncak pasang perbani sampai dengan dua jam menjelang puncak pasang perbani dan dua jam setelah terjadinya puncak surut perbani sampai dengan dua jam menjelang puncak surut perbani. Kondisi relatif aman mendekati kuarter 1 dan kuarter III. Siklus perairan tenang terjadi diantara bulan Oktober sampai dengan bulan April, saat aman bagi penyelaman. Bulan Juli sampai dengan Agustus merupakan musim badai, bahaya bagi penyelaman sedangkam bulan Mei dan September merupakan musim pancaroba, cenderung bahaya bagi penyelaman. Berdasarkan kondisi lingkungan fisik, biotik dan sosial, dibuktikan dengan pengukuran lima parameter utama dalam penentuan kelayakan sebuah objek wisata selam, yaitu kecerahan, kualitas air, persen tutupan karang, ketersediaan fasilitas pendukung dan persepsi masyarakat, perairan Pulau Tabuan sangat layak dijadikan kawasan objek wisata selam. Saat aman perairan untuk melaksanakan wisata selam adalah pada periode musim tenang antara bulan Oktober sampai dengan bulan April terutama pada waktu bulan dalam kwater I dan kuater III.
Tidak tersedia versi lain