Text
Pemodelan Hidrodinamika dan Sebaran Sedimen di Alur Pelayaran Selat Bintan Perairan Kepulauan Riau
Alur pelayaran Kepulauan Riau merupakan perairan yang sangat ramai di lintasi kapal-kapal pelayaran baik kapal dalam negeri maupun kapal asing. Karena di alur perairan tersebut terdapat alur pelayaran internasional, nasional dan regional serta terdapat juga alur pelabuhan. Pemodelan persebaran sedimen transpor yang dipengaruhi oleh hidrodinamika di perairan pelayaran Kepulauan Riau dengan menggunakan software MIKE 21 dan inputan data parameter batimetri, garis pantai, pasang surut, angin dan gelombang dengan metode pemodelan numberik dapat memvisualisasikan kondisi dilapangan. Uji validasi dilakukan pada stasiun pasang surut Tanjung Uban dengan membandingkan nilai kesalahan prediksi, Robot Mean Square Error (RMSE) dan korelasi dari data pasut lapangan dengan pasut model didapatkan hasil RMSE 0,1235 pada bulan Desember 2020, 0,241 pada bulan Januari 2021 dan 0,40 pada Februari 2021 dan nilai korelasi pada bulan Desember 2020 0,976, Januari 2021 0,909 dan Februari 2021 0,720. Nilai kecepatan arus pada bulan Desember berada pada rentang 0, 000003-1,405 m/s dengan nilai rerata 0,267 m/s. Pada bulan Januari 2021 yaitu 0,000005-1,39 m/s dengan nilai rerata 0,2672 m/s dan pada bulan Februari 2021 rentang 0, 00000448-1,427 m/s dengan nilai rerata 0,258 m/s. Secara visualisasi sedimen bergerak dari muara menuju laut bebas yang dibawa oleh arus laut sehingga distribusi pergerakan sedimen sesuai dengan arah pergeraknya. Sedimen terdistribusi pada seluruh Perairan Pulau Bintan dan juga Alur Pelayaran didalamnya dengan konsentrasi terakumulasi pada bagian Teluk Pulau Bintan, Pola sebaran butir sedimen terendapkan memiliki konsentrasi terbesar pada alur pelayaran didekat muara. Pola endapan cenderung membesar (terakumulasi) pada akhir simulasi dengan endapan terbesar terjadi pada bulan Desember 2020 dengan perubahan ketebalan dasar perairan mendekati 0,9 meter pada titik alur di dekat muara.
Tidak tersedia versi lain