Text
Studi Penentuan Zonasi Pasang Surut Dengan Pemanfaatan Metode Kombinasi Peta Co-Tidal Dan Pemodelan Numerik Mike-21 Di Selat Sunda
Selat sunda merupakan alur pelayaran penting baik domestik maupun internasional dan merupakan bagian dari ALKI I. Bagian utara Selat Sunda Banyak terdapat pulau dan kedangkalan yang merupakan bahaya navigasi pelayaran sehingga pemutakhiran peta navigasi mutlak dilakukan secara berkala untuk menjamin keselamatan pelayaran. Koreksi pasang surut merupakan sesuatu yang sangat vital dalam pengolahan data survei batimetri. Untuk mendapatkan data pasang surut sebagai koreksi data batimetri pada lokasi di lepas pantai dilakukan penelitian dengan memanfaatkan pemodelan numerik Mike21 dan peta co-tidal. Model hidrodinamika Selat Sunda dibuat untuk mendapatkan data pasang surut hasil prediksi model. Data pasang surut ini kemudian akan dibandingkan kesesuaian grafik pasut dan nilai RMSE-nya dengan data pasut pengamatan BIG. Dari hasi perbandingan ini didapat sebuah area yang terdiri dari tiga stasiun yang memiliki hasil pengujian baik. Selanjutnya diambil empat titik uji di lepas pantai area tersebut untuk diprediksi data pasang surutnya berdasarkan nilai konstanta harmonik pada peta co-tidal. Data prediksi pasut peta co-tidal dibandingkan dengan data pasut hasil model Mike21 di empat titik yang sama. Dari hasil pengujian kesesuaian grafik pasut dan nilai RMSE didapatkan kesimpulan bahwa data pasut hasil model Mike21 baik pada area tersebut dengan nilai RSME berkisar antara 0,051 sampai 0,095. Berdasarkan hasil tersebut dibentuk sebuah zona pasut dari tiga lokasi stasiun BIG dan posisi empat titik uji sehingga bila dilaksanakan survei batimetri pada area ini,dapat menggunakan data pasut dari hasil model Mike21.
Tidak tersedia versi lain