Text
Analisis Komparasi Metode Admiralty dan Leas Square Dalam Penentuan Datum Vertikal Di Perairan Indonesia
Variasi kondisi topografi daratan, dasar laut dan perairan Indonesia serta adanya pengaruh faktor meteorologi menyebabkan karakteristik perairan Indonesia bervariasi dan berpengaruh pada tipe pasang surut perairan. Penggunaan data pasang surut memiliki peran penting pada penentuan kerangka kontrol vertikal dalam pengukuran posisi titik di permukaan bumi. Pengolahan data pasang surut bertujuan untuk memperoleh nilai konstanta komponen harmonik yang dapat dilaksanakan dengan dua metode yaitu metode admiralty dan least square. Dimana kedua metode tersebut menghasilkan nilai dan jumlah konstanta komponen harmonik yang berbeda, serta dapat mempengaruhi akurasi penentuan nilai elevasi prediksi pasang surut, Zo dan chart datum. Pada penelitian ini, pengamatan elevasi pasang surut dilaksanakan sepanjang periode tahun 2020 pada sebelas lokasi perairan yang dianggap dapat mewakili karakteristik perairan Indonesia. Pada pengolahan data pasang surut selama satu tahun dengan metode least square yang menggunakan script 90 komponen harmonik diperoleh nilai RMSE pada Perairan Sabang 8,36 cm, Natuna 6,27 cm, Marina Ancol 8,09 cm, Bangka 12,30 cm, Sendang Biru 11,09 cm, Nunukan 10,49 cm, Lembar 6,11, Makasar 4,59 cm, Alor 11,68 cm, Ternate 7,30 cm dan Jayapura 6,30 cm. Sementara pada pengolahabn data pasang surut setiap bulan selama periode tahun 2020 dengan metode admiralty, nilai RMSE minimal Perairan Sabang 23,97 cm, Natuna 25,24 cm, Marina Ancol 18,46, Bangka 40,63 cm, Sendang Biru 29,42 cm, Nunukan 36,53 cm, Lembar 20,43, Makasar 15,63 cm, Alor 23,52 cm, Ternate 15,17 cm dan Jayapura 25,44 cm. Pada pengolahan komponen harmonik data observasi pasang surut tahun 2020 menggunakan metode admiralty nilai Zo maksimal data prediksi pada Perairan Sabang 103,88 cm, Natuna 131,24 cm, Marina Ancol 62,14 cm, Bangka 178,76 cm, Sendang Biru 129,50 cm, Nunukan 214,81 cm, Lembar 101,67 cm, Makasar 92,21 cm, Alor 152,95 cm, Ternate 76,92 cm dan Jayapura 92,08 cm. Sementara pada metode least square nilai Zo maksimal data prediksi pada Perairan Sabang 103,56 cm, Natuna 136,38 cm, Marina Ancol 72,27 cm, Bangka 198,9 cm, Sendang Biru 145,71 cm, Nunukan 256,98 cm, Lembar 110,51 cm, Makasar 89,04 cm, Alor 157,59 cm, Ternate 102,7 cm dan Jayapura 100,11 cm.
Tidak tersedia versi lain