Text
Studi Pembangkitan Tsunami Sebagai Senjata Pemusnah Massal Melalui Analisis Pemodelan Numerik
Tsunami tidak hanya dapat disebabkan oleh faktor alam melainkan dapat disebabkan juga oleh manusia, yaitu dengan peledakan bom nuklir. Konsep pembangkitan tsunami sebagai suatu senjata (tsunami bomb) sebenarnya telah dilaksanakan sejak era Perang Dunia II. Indonesia sebagai negara maritim perlu memahami dan waspada terhadap ancaman tsunami tersebut. Pada penelitian ini penulis melakukan simulasi pembangkitan tsunami oleh ledakan bom melalui pemodelan numerik dengan menggunakan software TUNAMI-N2. Simulasi dilakukan dengan cara meletakkan sumber-sumber ledakan pada jarak 20 km dari lokasi pengamatan (stasiun tsunami gauge), dengan jumlah energi seismik yang setara dengan energi seismik gampa bermagnitudo tertentu. Penulis menggunakan 3 skenario di 7 lokasi, yaitu skenario ledakan 15 megaton TNT yang setara dengan gempa bermagnitudo 7,99, skenario ledakan 75 megaton TNT yang setara dengan gempa bermagnitudo 8,47, dan skenario gempa megathrust selatan Jawa bermagnitudo 9,1. Dari hasil simulasi, skenario kedua menjadi skenario terburuk, yang menghasilkan tsunami dengan tinggi maksimum mencapai 17,96 meter di Jakarta, 20,39 meter di Semarang, 10,76 meter di Pangkalan, 30,08 meter di Yogyakarta, 9,59 meter di Surabaya, 27,33 meter di Kuta Bali, dan 24,65 meter di Pulau Komodo. Selanjutnya dari Tinggi maksimum tsunami yang diperoleh dilakukan analisis estimasi dampak kerusakan dengan menggunakan skala intensitas tsunami.
Tidak tersedia versi lain