Text
Penyediaan Data Satellite Derived Bathymetry Guna Mendukung Pembuatan Peta Laut Indonesia (Studi Kasus Teluk kayeli Namlea Maluku)
Kurangnya ketersediaan data batimetri di perairan dangkal merupakan suatu hambatan dalam proses updating peta laut Indonesia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka teknologi penginderan jauh memberikan peluang besar untuk mendukung penyediaan data di perairan dangkal secara efektif dan efisien, perolehan data batimetri menggunakan metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) ini dianggap efektif dan efisien dalam mendapatkan informasi kedalaman di perairan dangkal, guna mendukung updating peta laut Indonesia. Dalam penelitian ini, dilakukan pemodelan empirik pada citra satelit SPOT-7 menggunakan algoritma Transformasi Rotasi di sekitar Teluk Kayeli Namlea. Hasil analisa akurasi yang didapat berupa nilai R2 sebesar 0.7575. Selanjutnya dilakukan perhitungan Total Vertical Uncertainly (TVU) sesuai dengan ketentuan S-44 IHO Edisi 5 (2008) terhadap 6 kelompok kedalaman. Pada kedalaman 0 sampai 2 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 90% dari 20 data dengan ketelitian 0.52 meter, pada kedalaman 2,1 sampai 5 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 43% dari 30 data dengan ketelitian 1.51 meter, pada kedalaman 5.1 sampai 10 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 39% dari 23 data dengan ketelitian 2.04 meter, pada kedalaman 10.1 sampai 20 meter yang memenuhi kriteria sebanyak 0% dari 32 data dengan ketelitian 4.06 meter, dan pada kedalaman 20.1 sampai 30 meter yang memenuhi kriteria sebayak 10% dari 30 data dengan ketelitian 7.62 meter.
Tidak tersedia versi lain