Text
Ekstraksi Citra Satelit Planet Untuk Estimasi Batimeteri
Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas wilayah perairannya mencapai 2/3 dari luas wilayah Indonesia, Berdasarkan hal tersebut peta laut Indonesia harus diperbaharui untuk keselamatan bernavigasi. Namun kenyataannya belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, perkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat untuk memdapatkan informasi kedalaman laut dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh untuk pemetaan batimetri yang utamanya pada daerah yang memiliki wilayah perairan dangkal. Penelitian ini menggunakan citra satelit planet dan data insitu (XYZ) di perairan pulau menjangan karimunjawa provinsi jawa tengah. Dengan proses pengolahan data menggunakan metode algoritma rasio band yang di kembangkan Stumpf et al. (2003). Tujuannya untuk mendapatkan seberapa besar tingkat ketelitian dan keakurasian data kedalaman laut hasil ekstraksi kedalaman laut dari citra satelit planet pada daerah perairan karimunjawa provinsi jawa tengah. Hasil dari pengolahan data menggunakan metode algoritma rasio band dengan nilai nz1 menunjukan bahwa metode tersbeut mendapatkan hasil nilai tertinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Pada kedalaman 0-2 meter memiliki ketelitian 0.56 meter jumlah data yang digunakan sebanyak 52 data yang terdiri dari 21” termasuk kedalam ketelitian orde spesial, 40Yo termasuk kedalam ketelitian orde 1A/1B, 35Yo termasuk kedalam orde 2, dan sebanyak 46 tidak termasuk kedalam orde ketelitian, kedalaman 2,1-5 meter memiliki ketelitian 1.61 meter jumlah data yang digunakan sebanyak 55 data yang terdiri dari 11965 termasuk kedalam ketelitian orde spesial, 7Yo termasuk kedalam ketelitian orde 1A/1B, 18 termasuk kedalam orde 2, dan sebanyak 6476 tidak termasuk kedalam orde ketelitian. kedalaman 5,1-10 meter memiliki ketelitian 3.09 meter jumlah data yang digunakan sebanyak 32 data yang terdiri dari 04 termasuk kedalam ketelitian orde spesial, 6Y4 termasuk kedalam ketelitian orde 1A/18B, 39 termasuk kedalam orde 2, dan sebanyak 91”6 tidak termasuk kedalam orde ketelitian.kedalaman 10,1-20 meter memiliki ketelitian 5.43 meter jumlah data yang digunakan sebanyak 31 data yang terdiri dari 02 termasuk kedalam ketelitian orde spesial, 3” termasuk kedalam ketelitian orde 1A/1B, 00 termasuk kedalam orde 2, dan sebanyak 97Y6 tidak termasuk kedalam orde ketelitian. kedalaman 2-20 meter memiliki ketelitian 4.96 meter jumlah data yang digunakan sebanyak 40 data yang terdiri dan 5Y9 termasuk kedalam ketelitian orde spesial, 546 termasuk kedalam ketelitian orde 1A/18, 1596 termasuk kedalam orde 2, dan sebanyak 75Y4 tidak termasuk kedalam orde ketelitian.
Tidak tersedia versi lain