Text
Studi Awal Penentuan Daerah Bayangan (Shadow Zone) Akustik Bawah Air Untuk Operasi Kapal Selam
Kapal selam adalah mesin perang yang sangat ditakuti oleh kapal atas air yang termodern sekalipun. Bahkan dalam suatu tulisan, negara yang memproyeksikan kekuatan angkatan laut-nya bagi kepentingan pertahanan negaranya di perairan sendiri atau biasa di sebut dengan konsep Greenwater Navy sebaiknya mengandalkan kapal selam yang ditingkatkan kemampuan persenjataannya hingga daya pukulnya juga bertambah (Ya'ari, R.Adm. Yedidia; 1995), sehingga menjadi suatu silence force yang efektif dalam mempengaruhi psikologis pihak-pihak yang tidak bersahabat. Kapal Selam dapat melakukan deteksi terhadap kapal selam lain, dan melakukan serangan mendadak (urgent attack) yang sangat membahayakan, jika kapal selam dapat memanfaatkan data oseanografi berupa pengetahuan adanya daerah bayangan (shadow zone) di perairan yang didiami. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan sebaran horisontal ddan vertikal temperatur, salinitas, dan kecepatan akustik bawah air dengan perangkat lunak Ocean Data View/ODV serta simulasi pancaran sonar aktif dengan metode Ray menggunakan perangkat lunak Matlab. Simulasi pancaran sonar pada empat stasiun pengambilan sampel di perairan Selat Sunda yaitu di Stasiun k35, di stasiun 37, di stasiun 12 dan di stasiun 29 dengan kedalaman sumber yang sama 50 m dan banyaknya sudut awal pancaran yang sama pula (10 kali). Simulasi ini murni gambaran pola propagasi akustik bawah air, tanpa pengaruh kehilangan pancaran/transmission losses akibat pengaruh biota laut, atenuasi baik karena absorbsi medium ataupun dasar laut. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya daerah bayangann (shadow zone) di stasiun 35, di stasiun 37 dan di stasiun 29 yang sangat bermanfaat bagi operasi kapal selam untuk menghindari deteksi sonar aktif kapal-kapal atas air, dan memungkinkan kapal selam untuk melakukan deteksi terhadap kapal selam asing di perairan Selat Sunda.
Tidak tersedia versi lain