Text
Penentuan Koordinat Titik Kontrol Horisontal Pada Jaring Poligon Terbuka Terikat Sempurna Dengan Perataan Sederhana Studi Kasus Lattek Basis D3 STTAL 2007 di Pantai Ancol, Jakarta Utara
Salah satu rangkaian kegiatan dalam survei hidro-osanografi adalah penggambaran garis pantai dan pemetaan situasi. Untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tersebut perlu diselenggarakannya pengadaan sejumlah titik dengan kerapatan tertentu sebagai jaring kontrol horisontal. Penyelenggaraan jaring kontrol horisontal dapat dilakukan secara terestris atau secara ekstraterastris. Penentuan posisi secara terestris antara lain dilaksanakan menggunakan metode poligon. Metodologi penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan melalui pengukuran arah-arah mendatar untuk mendapatkan data sudut mendatar, pengukuran jarak ruang, dan sudut tegak untuk mendapatkan data jarak mendatar beserta simpangan bakunya. Hasil pengukuran sudut mendatar selanjutnya digunakm untuk menghitung sudut-sudut jurusan sisi-sisi poligon, hasil ukuran tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu. Pengukuran jarak mendatar juga masih mengandung kmlahan acak dan dikoreksi dengan memberi koreksi pada selisih absis dan selisih ordinal setelah selisih absis dan selisih ordinal dihitung terlebih dahulu. Cara memberi koreksi selisih absis dan selisih ordinal harus memperhatikan ketelitian sudut mendatar dan ketelitian jarak mendatar untuk memilih metode koreksi yang digunakan. Hasil yang diperoleh adalah koordinat jaring titik kontrol horisontal yang dihitung dengan perataan sederhana metode Transit yang didasarkan atas ketelitian sudut mendatar lebih baik dari ketelitian jarak mendatar. Kesalahan penutup sudut mendatamya tidak memenuhi toleransi yang telah ditentukan ("%/;, n Malah jumlah titik yang diukur sudut mendatar) tetapi kesalahan linier jaraknya memenuhi toleransi yang telah ditentukan yaitu 1: 10.000.
Tidak tersedia versi lain