Text
Penentuan Posisi Titik Tetap Menggunakan Satu Receiver GPS Yang Diolah Secara Diferensial Dengan Titik Ikat Cors Menggunakan Software, Diolah Secara Online, dan Diolah Secara Statistik
Berdasarkan hasil penelitian. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a. Dalam hal survei geodetik untuk penentuan posisi titik tetap. apabila receiver GPS terbatas. pengamatan dapat dilaksanakan dengan hanya menggunakan satu receiver GPS. b. Hasil pengolahan secara diferensial menggunakan software TBC dengan titik ikat CORS BIG terhadap titik N1.0294 dan HP.090053 mempunyai jarak pergeseran posisi terbesar 11,3 sentimeter (< 50 sentimeter) sehingga memenuhi syarat sekunder IHO dan hasil pengolahan secara diferensial melalui on-Iine (menggunakan Iayanan AUSPOS dan OPUS) dengan titik ikat CORS IGS mempunyai jarak pergeseran posisi terbesar 46.2 sentimeter (< 50 sentimeter) sehingga memenuhi syarat sekunder IHO. Jadi titik tetap hasil pengamatan secara stand-a/one yang diolah secara diferensial dengan titik ikat CORS baik menggunakan sonware maupun secara on-line dapat digunakan sebagai titik ikat dalam kegiatan survei batimetri. garis pantai, maupun detail pantai. c. Hasil pengolahan menggunakan statistik posisi absolut terhadap titik N1.0294 dan HP.090053 mempunyai jarak pergeseran posisi terbesar 2,765 meter. sehingga bisa memenuhi ketelitian posisi kurang lebih 3 meter (Abidin H.Z. Jones A., Kahar J., 2011). Jadi titik tetap hasil pengamatan secara stand-alone yang diolah menggunakan statistik posisi absolut tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai titik ikat dalam kegiatan survei batimetri, garis pantai. maupun detail pantai. d. Hasul pengolahan secara diferensial dengan titik ikat CORS baik menggunakan software TBC maupun secara on-line berdasarkan lama pengamatan 24 pm dan 3 jam mempunyai selisih jarak pergeseran posisi titik N1.0294 yang terbesar adalah 5,9 sentimeter dan titik HP.090053 yang terbesar adalah 3.5 sentimeter. Lebih banyak data dengan lama pengamatan 24 jam mempunyai nilai jarak pergeseran posisi lebih kecil daripada lama pengamatan 3 jam. e. Hasil pengolahan menggunakan statistik posisi absolut, dengan lama pengamalan 24 jam dan 3 jam mempunyai nilai selisih jarak pergeseran posisi titik N1.0294 yang terbesar adalah 62,2 sentimeter dan titik HP.090053 yang terbesar adalah 167.8 sentimeter. Data dengan lama pengamatan 3 jam dengan mempertimbangkan hasil perencanaan menggunakan modul planning pada software TBC mempunyai nilai jarak pergeseran posisi lebih kecil daripada lama pengamatan 24 jam. f. Stasiun CORS dapat dimanfaatkan sebagai titik ikal dalam penentuan titik lelap, karena mempunyai keuntungan dalam hal efektifitas dan efisiensi waktu dan optimalisasi peralatan serta personel. g. Kelebihan pengolahan data hasil pengamatan GPS secara on-Iine baik menggunakan layanan OPUS maupun AUSPOS bisa digunakan untuk panjang baseline dari beberapa kilometer hingga ribuan kilometer. waktu relatif cepat (kurang dari 10 menit). dan lebih mudah dalam proses pengunggahan serta tanpa berbayar atau gratis. h. Untuk dapat menggunakan layanan pengolahan data GPS secara on-llne. spesihkasi minimum receiver GPS yang digunakan adalah tipe geodetik dua frekuensi.
Tidak tersedia versi lain