Text
Bunga Rampai Sejarah TNI Angkatan Laut
Perjuangan pembebasan Irian Barat titik tolaknya dimulai tanggal 27 Desembebr 1950 satu tahun setelah pengakuan kedaulatan, sesuai keputusan Konferensi Meja Bundar wilayah Irian Barat harus diserahkan kepada Republik Indonesia, tetapi Belanda tidak mematuhinya. Sejak tanggal tersebut berbagai usaha dalam bidang diplomasi telah diselenggarakan tetapi tiap kali tuntutan nasional tersebut selalu mengalami kegagalan. Baru sembilan tahun kemudian setelah Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, maka dalam rangka tuntutan Nasional tersebut tampak adanya langkah-langkah yang lebih nyata lagi ialah yang berupa "Politik Konfrontasi"dalam bidang-bidang politik, ekonomi dan militer. Dua tahun kemudian tepatnya tanggal 19 Desember 1961, di depan ribuan rakyat yang memadati alun-alun Yogyakarta, Presiden Soekarno menyulut api perlawanan baru. Ia menyampaikan sebuah pidato yang kemudian menjadi dokumen penting dalam Sejarah Indonesia Modern. Inti pidato itu merupakan perintah kepada Angkatan Bersenjata dan Rakyat Indonesia untuk bersiap kembali menghadapi Belanda. Maka presiden Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang dan Panglima Besar Komando pembebasan Irian Barat, hari itu menyampaikan tiga buah perintah/komando : Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Kolonial Belanda, Kibarkan sang merah putih di Irian Barat, tanah air Indonesia, Bersiaplah untuk menghadapi mobilisasi umum guna mempertahankan kesatuan tanah air dan bangsa Indonesia.
Tidak tersedia versi lain