Text
Politik Lingkungan dan Kekuasaan di Indonesia
Buku ini merupakan sumber yang penting dan sangat layak untuk memperkaya perbincangan mengenai kekuasaan dalam kaitannya dengan politik lingkungan di Indonesia. Kajian datanya yang komprehensif dan analisis yang kritis membuat kita paham mengapa krisis ekologi di Indonesia tak pernah bisa diselesaikan. Dari buku ini juga dapat ditelusuri sebab-sebab dari banyak persoalan yang merupakan bagian penting dari non-tmditional security threats: kemiskinan, kurang gizi, busung lapar, penyakit-penyakit infeksi, TB dan malaria, HIV/AIDS, tingginya kematian ibu, bayi dan balita, berbagai bentuk kekerasan dan ketidakamanan hidup dalam arti luas.“Buku ini mengandung analisis tajam tentang ekologi politis dari lingkungan Indonesia. Penyunting/penulis membeberkan pendekatan sektoral, eksklusif dan elitis dalam pengelolaan lingkungan sebagai akar masalah penyusutan modal sosial dan lingkungan yang dahulu amat besar di Indonesia. Penyusutan ini berawal pada era kolonial melalui komodiflkasi segalanya, dari tanah hingga tanaman pangan, perikanan, mineral dan minyak, lalu dilanjutkan melalui strategi pembangunan yang memfasilitasi korupsi dan bukan perbaikan kondisi. Penyunting menegaskan bahwa tanpa visi yang lebih holistik tentang hubungan potensial antara masyarakat, sumberdaya dan lingkungan, keberlanjutan tidak akan terwujud. Buku ini unik karena memberikan argumentasi kuat bagi pendekatan yang lebih inklusifterhadap pengelolaan sumberdaya, dan menunjukkan bahwa pengabaikan sistematik dari konstituen tertentu yaitu masyarakat adat dan lokal adalah jalan sesat bagi pengembangan dan konservasi sumber daya. Buku yang merupakan karya kolaborasi antara salah satu pemikir dan intelektual kehutanan terkemuka, dan aktivis lingkungan ini, harus dibaca semua pemikir ekonomi politik, lingkungan dan praktisi pembangunan di Indonesia, baik dari dalam maupun luar pemerintahan.” Nancy Lee Peluso, Professor, Environmental Social Science, Department of Environmental Science, Policy, and Management. “Gerakan lingkungan hidup seharusnyalah non-partisan, atau tidak memihak salah satu kekuatan politik. Namun gerakan masyarakat apapun seyogyanya tidak a-politis sehingga bisa memahami fungsi dan cara kerja berbagai tindak politis. Banyak perusakan fungsi lingkungan hidup yang merupakan atau dimotivasi oleh tindak dan konspirasi politik; sementara pencegahan dan pemulihannya dimungkinkan oleh kebijakan dan sinergi politik. Buku ini penting untuk memahami hal tersebut, agar advokasi dan penyelesaian masalah lingkungan bisa lebih bijak dan holistik.” Erna Witoelar; Pendiri WALHI dan KEHATI, mantan Ketua YLKI.
Tidak tersedia versi lain