Text
Identifikasi dan Inventarisasi Sumberdaya Arkeologi Laut di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat
Buku ini merupakan informasi tentang tinggalan-tinggalan yang terkait dengan sumberdaya arkeologi laut di wilayah perairan kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kabupaten pesisir selatan memiliki garis pantai sepanjang 234 km dan sejak berabad-abad yang lalu telah menjadi pusat perniagaan di pantai barat Sumatera. Topografi wilayah pesisir selatan yang berbukit-bukit dan banyak memiliki pulau-pulau kecil, sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata bahari, dengan ditemukannya sebaran lokasi sumberdaya arkeologi laut, akan menambah daya tarik pengembangan wisata bahari di kawasan ini. Berdasarkan hasil riset ditemukan 2 titik lokasi kapal tenggelam yaitu di desa ampyang parang, kecamatan sutera, kab. pesisir selatan dan di perairan teluk mandeh. temuan berupa kapal dagang belanda yang karam sebelum tahun 1945. Selain itu juga ditemukan 3 tiitk lokasi yang di duga sebagai pelabuhan/dermaga kuno yang merupakan bagian dari bukti-bukti sejarah aktivitas kemaritiman dari berabad-abad yang lalu bagi wilayah kebupaten pesisir selatan. Adapun lokasi tinggalan tersebut ditemukan di kecamatan Bayang, Salido dan Pulau Cingkuak. Potensi historis yang terdapat pada situs didukung oleh data yang didapatkan dari arsip-arsip kolonial mendukung pembuktian sejarah aktivitas perniagaan yang pernah dilakukan oleh VOC dan Portugis pada abad 17-19 M. di pantai barat sumatera (khususnya kab. Pesisir Selatan). Hasil risett terhadap kondisi sumberdaya alam yang dimiliki kabupaten pesisir selatan yaitu sebagai penghasil emas dan lada menjadi bukti penyebab kedatangan bangsa-bangsa asing tersebut. Hal yang menarik adalah kondisi lingnkungan perairan di sekitar situs yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, dimana gelombangnya cukup besar terutama pada musim timur. Sedimentasi yang tinggi pada lingkungan siturs bayang, salido dan ampyang parak memuat adana perubahan lingkungan fisik situs, sehingga data arkeologi tersebut dapat menjadi bukti fisik perubahan garis pantai yang juga menjadi salah satu potensi ilmu pengetahuan yang tersimpan pada situs. Hal ini juga sangat mempengaruhi teknik penanganan situs selanjutnya baik dalam pelestarian maupun pemanfaatannya. Diharapkan dari informasi yang berhasil di dapatkan dari riset identifikasi dan inventarisasi sumberdaya arkeologi laut dapata bermanfaat bagi publik dari bidang akademis, ideologis maupun ekonomis
Tidak tersedia versi lain