Text
Sea Power Indonesia Di Era Geomaritim Indo Pasifik
Sea Power Indonesia yang mencakup semua potensi kekuatan maritim : armada kapal perang, armada niaga, industri perikanan, industri maritim, jasa maritim, infrastruktur maritim, masyarakat maritim, pariwisata maritim, budaya maritim dan penegakan hukum di laut, merupakan manajemen penggunaan dan pengendalian laut untuk kemakmuran bangsa. Dalam konteks itu, Presiden Joko Widodo menetapkan lima pilar pokok sasaran Indonesia sebagai poros maritim dunia, yaitu (1) pembangunan budaya maritim, (2) komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut, (3) mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, (4) diplomasi maritim, dan (5) membangun kekuatan pertahanan maritim. Namun, arah pembangunan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi nomor empat atau nomor lima dunia pada 2045 dihadapkan pada kondisi dinamis Lingkungan Strategis berupa pertarungan hegemoni Amerika Serikat dan China yang diwujudkan dalam Perang Dagang. China dengan kekuatan ekonominya juga berupaya menanamkan pengaruhnya di tataran global melalui OBOR/BRI dan memperkuat militernya untuk sewaktu-waktu dapat digerakan melindungi kepentingan nasional China. Amerika Serikat merespon dinamika di Indo Pasifik dengan merangkul India dan mengubah komando militer Asia Pasifik dari US Pasifik Command (US PACOM) menjadi US Indo-Pacific Command (USINDOPACOM). Selain itu, ada potensi konflik di Laut China Selatan akibat klaim nine dashed line China yang ditantang Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan, sedangkan Amerika membantahnya dengan alasan FONOP. Indonesia bukan claiment state tetapi memiliki masalah dengan China karena nine dashed line beririsan dengan ZEE! Dihadapkan pada kondisi lingkungan strategis seperti itu Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN ke-33, 34 dan 35 menginisiasi pandangan bersama ASEAN tentang Indo-Pasifik dengan mengedepankan prinsip keterbukaan, inklusivitas, transparan, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Dihadapkan pada perubahan lingkungan strategis di Asia Pasifik, maka Sea Power Indonesia diperlukan sebagai manajemen pengunaan dan pengendalian laut serta untuk mendukung diplomasi maritim Indonesia yang tahun 2020 antara lain tampil pada kegiatan Komando Exercise, Kakadu Exercise, Rimpac Exercise dan Fleet Review 2020, merayakan 75 tahun Indonesia merdeka
Tidak tersedia versi lain