Text
Studi Penggunaan Citra Satelit Landsat-8 Oli Untuk Mengidentifikasi Kedangkalan (Imprecise Shoal Area) Guna Updating Peta Laut (Studi Kasus Kepulauan Raja Ampat, Kepulauan Balabalagan dan Kepulauan Bagian Selatan Selat Makasar)
Kebutuhan akan pemetaan batimetri perairan dangkal sangat dibutuhkan dalam updating peta laut untuk menjamin keselamatan bernavigasi. Penelitian ini memanfaatan pengideraan jauh (Remote Sensing) dengan menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI dan mengembangkan metode tersebut untuk mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) kurang dari 30 meter pada lokasi yang telah disurvei dengan baik di Selat Dampier, Kepulauan Raja Ampat. Metode yang telah teruji diaplikasikan pada dua lokasi penelitian yang belum tersurvei dengan baik, lokasi tersebut terletak di Selat Makasar dengan peta laut no 174 rencana 4 dan 5 dengan skala 1 : 200 000. Hasil deteksi kedangkalan pada citra dengan metode visual dibentuk menjadi area poligon lalu dioverlaykan pada peta laut untuk dianalisa. Kedangkalan (Imprecise Shoal Area) yang belum terdapat pada peta laut digambarkan di peta sesuai standar S4 IHO (International Hydrographic Organization). Kedangkalan digambarkan dengan simbol Imprecise Shoal Area sebagai updating peta laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Citra satelit Landsat – 8 dapat mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) dengan baik, kombinasi band RGB 432 landsat – 8 adalah kombinasi terbaik untuk mendeteksi kedangkalan (Imprecise Shoal Area) ; 2) Kedangkalan (Imprecise Shoal Area) yang di deteksi dapat digambarkan dengan baik pada peta laut sebagai updating peta.
Tidak tersedia versi lain