Text
Karakteristik Massa Air, Kecepatan Suara Dan Sonic Layer Depth (SLD) Di Lintas Lifamatola
Sesuai dengan konvensi PBB tentang UNCLOS 1982 sebagai negara kepulauan maka Indonesia memberlakukan ALKI sebagai jalur lintas damai bagi kapal-kapal asing yang akan melintas melaui perairan Indonesia. Indonesia memberlakukan 3 ALKI. ALKI III merupakan salah satu jalur yang ramai dilalui kapal-kapal asing dari Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik ke Samudra Hindia. Dari data marine trafic di ALKI III terutama di Lintas Lifamatola merupakan jalur paling banyak dilintasi baik kapal asing maupun kapal lokal. Sehingga dimungkinkan adanya kapal selam asing yang melintas melalui ALKI tanpa izin. Maka perlu adanya penenlitian untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pencarian kapal selam atau pun operasi kapal selam. Oleh Karena itu diperlukan diperlukan data-data oseanografi fisis seperti data salinitas, temperatur dan kecepatan suara untuk menentukan daerah persembunyian kapal selam. Selain itu perlu adanya informasi karakteristik massa air di Lintas Lifamatola baik profil maupun sebaran massa air. Pada penelitian ini menggunakan data World Ocean Atlas (WOA) bulanan yaitu bulan Januari mewakili Musim Barat, April mewakili Musim Peralihan I, Juli mewakili Musim Timur dan Oktober mewakili Musim Barat. Selain itu juga menggunakan data WOA tahun 2009. Kemudian data CORA pada bulan Februari tahun 1994 dan 1998 serta data CTD Yoyo bulan Maret. Sonic Layer Depth (SLD) merupakan suatu kedalaman yang memiliki nilai kecepatan suara tertinggi. SLD biasanya berada di area mix layer yang dapat membuat energi akustik terperangkap dan membentuk surface duct, sehingga pada lapisan ini akan terbentuk shadow zone. Baik Angkatan Laut Indonesia maupun Angkatan Laut asing dalam melakukan operasi kapal selam sering berada pada lapisan ini. Bagi TNI Angkatan Laut khususnya untuk operasi kapal selam, informasi tentang SLD sangat diperlukan untuk mengidentifikasi daerah yang memungkinkan sebagai tempat persembunyian kapal selam. Dengan mengetahui daerah tersebut, maka akan mempermudah bagi TNI Angkatan Laut untuk memonitoring keberadaan kapal selam. Untuk mengidentifikasi lapisan SLD diperlukan pengambilan data secara langsung. Hal tersebut akan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, apabila dihadapkan dengan keadaan darurat pengukuran secara langsung sangat tidak efektif. Dengan menggunakan data WOA yang dapat di akses melalui websitenya, maka dapat digunakan untuk memprediksi kedalaman lapisan SLD tiap musimnya dengan divalidasi menggunakan data CTD Yoyo dan CORA yang diambil secara langsung pada waktu yang sama.
Tidak tersedia versi lain