Text
Studi Penerapan Resolusi GRID Model Permukaan Batimetri pada ECDIS S-100 (Studi Kasus di Area Batu Berhanti)
Batimetri adalah bentuk konfigurasi dasar laut yang ditentukan oleh hasil analisis kedalaman. Model permukaan batimetri tersebut dapat divisualisasikan dalam tampilan dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D) dengan sistem dan resolusi tertentu. IHO saat ini sedang mengembangkan standar baru S-100 sebagai pengganti standar S-57. Salah satu spesifikasi produk ENC S-100 yang akan ditampilkan pada ECDIS S-100 adalah model permukaan batimetri S-102. Sistem visualisasi model permukaan batimetri tersebut mensyaratkan dengan kondisi struktur data, resolusi, ukuran data, tampilan serta kondisi lainnya untuk dapat ditampilkan dengan performa yang andal. Pada penelitian ini, untuk memperoleh model permukaan batimetri dengan resolusi tertentu dari data MBES dilakukan metode gridding yaitu CUBE. Hasil pengolahan tersebut dalam format Csar kemudian akan diekspor menjadi format BAG yaitu format yang dapat dibaca oleh ECDIS S-100. Produk yang dihasilkan juga akan mempertimbangkan ketelitian (uncertainty) data yang ada. Selain itu, adanya batasan maksimum set data ENC pada ECDIS yang tidak melebihi 10 Mb menjadi pertimbangan utama dalam membuat set data permukaan batimetri yang juga memiliki syarat maksimum besaran resolusi grid. Pada saat proses ekspor juga melakukan pemotongan dengan ukuran jarak untuk mendapatkan ukuran file data yang dapat memenuhi batasan ukuran file pada ECDIS S-100. Hasil dari matrik resolusi grid batimetri didapatkan hasil yang terbaik pada resolusi 2 meter dan tiling 0,020 dengan kapasitas file sebesar 7214 Kb. Penelitian ini berada di daerah perairan Selat Singapura dengan menggunakan data dari survei di area Batu Berhanti.
Tidak tersedia versi lain