Text
Identifikasi Perubahan Kontur Kedalaman Laut Di Perairan Sekitar Anak Gunung Krakatau Pasca Erupsi Tahun 2018
Krakatau (Rakata) adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif yang terletak di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatera. Pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Penyebab semakin tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Pada penelitian ini dititikberatkan pada identifikasi perbandingan perubahan kontur kedalaman perairan disekitar Anak Gunung Krakatau sebelum dan pasca erupsi tahun 2018. Data penelitian ini berupa data sekunder Multibeam Echosounder (MBES) yang diperoleh dari hasil survei KRI Spica-934 di perairan Selat Sunda atau di sekitaran Anak Gunung Krakatau pasca erupsi tahun 2018 menggunakan MBES EM 2040 dual head SV KRI Spica-934 dan EM 302 single head KRI Spica-934. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software Caris Hips and Sips selanjutnya dioverlay dengan Lembar Lukis Teliti (LLT) tahun 2016. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi perubahan kontur kedalaman laut di area sekitar Anak Gunung Krakatau pasca erupsi tahun 2018 yang mengakibatkan pendangkalan hampir diseluruh area Anak Gunung Krakatau, terutama dibagian selatan dan barat dimana terdapat garis pantai yang menyempit akibat longsoran, selain itu berdasar data hasil olahan terdapat pola garis kontur kedalaman laut yang mendekati garis pantai.
Tidak tersedia versi lain