Text
Analisis data penginderaan jauh untuk mendeteksi perubahan luasan mangrove sebagai sarana pelindung ekosistem pantai. Studi kasus di Kema, Minahasa Utara-Sulawesi Utara
Indonesia merupakan negara Kepulauan di daerah tropika yang terdiri atas sekitar 17.504 buah pulau dengan panjang garis pantai sekitar 95.181 km. Oleh karena itu Indonesia mempunyai ekosistem pesisir yang luas dan beragam salah satunya hutan mangrove. Ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem penting di kawasan pesisir pantai yang dapat melindungi ekosistesm penting di kawasan pesisisr pantai yang dapat melindungi ekosistem pantai dari terjangan gelombang akibat Tsunami. Luas mangrove di Indonesia mencapai 4.25 ha yang merupakan 25% dari total luas mangrove dunia di Sulawesi Utara, luas hutan mangrove mencapai 12.977 ha pada tahun 2000, turun menjadi 11.546 ha pada tahun 2005. Utk mengetahui luasan mangrove dan kerapatan vegetasi mangrove di wilayah Kema Minahasa Utara dapat diketahui dengan pemanfaatan data penginderaan jauh yaitu data citra landsat-7 tahun 2000 dan Landsat-8 tahun 2015. Data Landsat diolah di software ErMapper dengan beberapa tahap meliputi : penyiapan citra, koreksi radiometrik dan geometrik, digital pemisahan ekosistem mangrove dan non-mangrove, cropping area penelitian, NDVI, penentuan threshold, pengelasan kerapatan vegetasi mangrove, menghitung luas sebaran dan kerapatan vegetasi mangrove. Dari hasil penelitian, total luas ekosistem mangrove yang berada di wilayah Kema Minahasa Utara seluas 223,48 ha.
Tidak tersedia versi lain