Text
Studi Kartografi Dalam Pengaturan Skala Minimum Pada Peta Elektronik (ENC) (Studi Kasus Alur Pelayaran Selat Singapore)
Perkembangan ENC dewasa ini sangat pesat. Sehingga perlu di buat standar baku, baik dari segi pengambilan data, pengolahan data, pembuatan peta hingga ke penampilan peta dalam layar. Organisasi dunia IHO telah mengeluarkan standar untuk ENC. salah satunya adalah set SCAMIN. Secara umum nilai SCAMIN di setiap kantor hldrografr mengikuti standar IHO. Namun tidak semua kantor hidrografi mengikuti secara penuh standar tersebut. Penggunaan SCAMIN di setiap kantor hidrografl sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Dishidros adalah salah satu kantor hidrografi yang membuat ENC menggunakan SCAMIN standar IHO dalam hal ini lC-ENC. SCAMIN adalah nilai skala terkecil untuk setiap penggunaan obyek pada tampilan digital, sehingga setiap obyek yang muncul pada tampilan digital sesuai dengan kaidah generalisasi. Nilai skala tampilan obyek diberikan pada proses pembuatan ENC. Selat Singapura merupakan alur pelayaran terpadat di dunia yang dimiliki oleh Indonesia dan Singapura, sehingga kedua negara perlu melakukan harmonisasi didalam pembuatan ENC, yang salah satunya adalah penggunaan SCAMIN. ENC Dishidros dan MPA Singapura yang meliputi selat Singapura adalah cell ID400044 dan cell SG504041. Di dalam tabel SCAMIN Dishidros dan MPA Singapura dapat dilihat perbedaan sebanyak 13 obyek seperti angka kedalaman, obstruksi. SBNP. TSS dan lain-lain. Dari pertampalan cell ID400044 dengan cell SG504041 dapat diketahui perbedaan nilai SCAMIN sebanyak 9 obyek pada cell ID400044. Setelah dilakukan harmonisasi antar kedua cell tersebut menghasilkan skala tampilan yang harmonis.
Tidak tersedia versi lain