Text
Analisa Gerakan Ranjau Jangkar Terhadap Pengaruh Kecepatan Arus (Studi Kasus Selat Riau dan Selat Sunda)
Dalam operasi ranjau diperlukan ketepatan posisi suatu ranjau. Untuk jenis ranjau jangkar seperti jenis KB ( M-26 ) yang dimiliki oleh TNi AL disamping ketepatan posisi ranjau juga diperlukan ketepatan kedaiaman pada bagian kepala ranjau jangkar dari permukaan laut agar dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan yang direncanakan. Posisi kepala ranjau dapat bergerak karena adanya pengaruh dorongan arus. Metode penelitian yang dilakukan adalah simulasi gerakan kepala ranjau jangkar karena pengaruh dorongan arus dengan menggunakan Matlab Mooring Design & Dynamics, simulasi dilaksanakan dalam 4 ( empat ) hal yaitu Kecepatan Arus Tetap Terhadap Kedalaman, Kedalaman Tetap Terhadap Kecepatan Arus, Arus Posisi Ranjau Tegak Berdiri, Rekayasa Menggunakan Floater. Daerah kajian di Selat Riau dan Selat SundaData yang digunakan menggunakan buku Prediksi Arus Pasang Surut tahun 2012, dan untuk daerah Selat Sunda menggunakan Buku Prediksi Arus Pasang Surut tahun 2012, dan data penelitian dari BRKP tanggal 10-23 Agustus 2011. Berdasarkan hasil simulasi dapat diketahui bahwa semakin besar kecepatan ams pada kedalaman yang sama dan semakin besar kedalaman pada keoepatan arus yang sama maka semakin besar gerakan kepala ranjau baik gerakan vertikal dan horisontal. Gerakan horisontal paling besar di Selat Riau 30 meter, di Selat Sunda 57,2 meter. Gerakan vertikal paling besar di Selat Riau 12,6 meter, di Selat Sunda 20,9 meter. Posisi ranjau dapat tegak berdiri di Selat Riau pada saat kecepatan arus maksimal 0,4 mls dan di Selat Sunda pada saat kecepatan arus maksimal 0,25 m/s.
Tidak tersedia versi lain