Text
Perbandingan gelombang hasil pengukuran insitu dengan hasil konversi angin menjadi gelombang (Studi kasus Pondok Dayung Jakarta Utara)
Dalam perencanaan suatu pembangunan daerah pantai diperlukan analisa dan parameter gelombang sebagai informasi awal. Kegiatan pengukuran data oseanografi berupa parameter gelombang merupakan salah satu yang harus dilakukan sebelum suatu pembangunan daerah pantai dilakukan. Perhitungan konversi angin menjadi gelombang digunakan pada tugas akhir ini untuk mendapatkan parameter gelombang berupa tinggi dan periode di daerah pondok dayung, Tanjung Priok Jakarta Utara sebagai bahan studi dengan menggunakan metode perhitungan dengan konversi menggunakan persamaan USAGE 2003a.Dengan input data kecepatan dan arah angin permukaan laut akan diperoleh output data dari hasil hitungan yaitu tinggi dan periode gelombang dimana akan di bandingkan dengan perolehan tinggi dan periode dari alat SBE-26. Analisa grafik tinggi gelombang gabungan data SBE-26, Dishidros, BMKG dan ECMWF. Dari menganalisa dan membandingkan dari grafik didapat grafik gelombang memiliki pola yang sama dan berhimpit, dengan data BMKG memiliki dua kali kenaikan tinggi gelombang pada tanggal 9/6/2009 - 11/6/2009 sebesar 0.25-0.3 meter dan 22/6/2009-24/06/2009 sebesar 0.7-32 meter, data ECMWF memiliki satu kali kenaikan tinggi gelombang dari tanggal 11/6/2009-14/6/2009 sebesar 0.25-0,28 meter, data Dishidros memiliki kenaikan tinggi yang relative besar dengan memiliki nilai tinggi gelombang berkisar 0.33.
Tidak tersedia versi lain