Text
Pembuatan Purwarupa Drifter Untuk Validasi Pemodelan 2D Lagrangian-Euler Lintasan Hanyut Objek Di Permukaan Laut Guna Identifikasi Area Search And Rescue Di Teluk Jakarta
Tingginya aktivitas maritim di Teluk Jakarta berimplikasi terhadap risiko kecelakaan laut, tercermin dari 237 kasus kecelakaan pelayaran di perairan Indonesia yang tercatat oleh KNKT antara tahun 2005-2024. Operasi Search and Rescue (SAR) untuk insiden ini seringkali terkendala oleh kondisi cuaca buruk, keterbatasan waktu, dan lingkungan laut yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi akurasi data prediksi model arus laut dari Marine Copernicus dan data prediksi angin dari Arpege dengan data lapangan, melalui simulasi lintasan hanyut 2D LagrangianEuler untuk objek di permukaan laut. Metode yang digunakan meliputi pembuatan tiga purwarupa drifter (model Davis-933, Person in the Water (PIW-934), dan Bola-981) yang merepresentasikan objek hanyut. Sebelum deployment, drifter menjalani uji akurasi posisi, daya apung, dan durasi kerja. Pengambilan data lapangan dilakukan di Teluk Jakarta selama 5 jam pada tanggal 12 Mei 2025 (kondisi Spring) dan 6 jam di tanggal 28 Mei 2025 (pasca Spring). Lintasan hanyut dari data model prediksi diperoleh menggunakan aplikasi Opendrift, sementara lintasan observasi didapatkan dari plotting posisi drifter. Kedua set lintasan kemudian di-overlay dan dianalisis menggunakan program berbasis Python. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintasan drifter lapangan memperlihatkan pola arah yang relatif serupa dengan jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan lintasan model, yang cenderung menyebar ke hampir segala arah membentuk area yang lebih lebar. Temuan ini mengindikasikan bahwa, meskipun model global memberikan gambaran awal, data tambahan selain model global masih diperlukan untuk meningkatkan akurasi prediksi lintasan hanyut. Validasi ini krusial untuk mengoptimalkan strategi dan operasional dalam identifikasi area SAR di Teluk Jakarta.
Tidak tersedia versi lain