Text
Studi Deteksi Anomali Kemagnetan Pipa Bawah Laut Menggunakan Magnetometer Untuk Keselamatan Pelayaran (Studi Kasus Perairan Karangantu Provinsi Banten)
Keselamatan pelayaran di perairan nasional memerlukan pemetaan dan identifikasi infrastruktur bawah laut yang akurat untuk mencegah kecelakaan laut akibat kerusakan pipa atau gangguan terhadap jalur pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan pipa bawah laut berbahan ferromagnetik dengan memanfaatkan metode survei geomagnetik menggunakan magnetometer Geometric G-882 SX. Studi kasus dilakukan di perairan Karangantu, Provinsi Banten, dengan data hasil survei lapangan yang diolah menggunakan perangkat lunak Oasis Montaj 6.42 dan Global Mapper. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan tahapan pengolahan data berupa koreksi harian, koreksi IGRF, pemisahan anomali regional dan residu, gridding, serta analisis spasial terhadap nilai anomali. Hasil penelitian menunjukkan nilai anomali magnetik berkisar antara -9,58 nT hingga #13,727 nT yang membentuk pola linier sejajar dengan jalur pipa sebagaimana tertera dalam Peta Laut Indonesia (PLI) No. 98. Selisih jarak terdekat antara anomali magnetik dengan jalur pipa adalah 10,25 meter, sedangkan jarak terjauh mencapai 54,63 meter. Hasil ini menunjukkan konsistensi antara lokasi anomali dengan posisi pipa aktual, serta membuktikan efektivitas metode magnetometer dalam mendeteksi infrastruktur bawah laut untuk mendukung keselamatan pelayaran. Penelitian ini merekomendasikan verifikasi lanjutan menggunakan metode visual akustik seperti ROV, serta pemetaan periodik di area padat lalu lintas laut guna mitigasi risiko dan mendukung kebijakan keselamatan maritim nasional.
Tidak tersedia versi lain