Text
Pengaruh Kondisi Oseanografi Terhadap Laju Korosi Plat Baja KI-A Di Perairan Teluk Banten
Teluk Banten merupakan kawasan pesisir dengan berbagai aktivitas, termasuk perikanan, transportasi, dan industri, yang berdampak pada kondisi lingkungan perairan. Penggunaan baja sebagai material utama kapal menghadapi tantangan korosi akibat paparan air laut. Kapal TNI Angkatan Laut dan Pushidrosal yang beroperasi di wilayah ini juga mengalami dampak tersebut. Parameter oseanografi seperti Suhu, salinitas, konduktivitas, pH, oksigen terlarut (DO), arus, dan pasang surut berpengaruh terhadap laju korosi kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter oseanografi dan laju korosi kapal di Teluk Banten. Data diperoleh dari observasi selama Lattek Surta STTAL 2025 yang kemudian digunakan untuk validasi dengan data model dari CMEMS (Copemicus Marine Environment Monitoring Service) kemudian dihubungan dengan laju korosi dari spesimen baja KI-A yang direndam di Perairan Teluk Banten dan dihitung laju korosinya menggunakan metode Weight Loss. Parameter oseanografi yang dihubungkan dengan laju korosi tersebut diolah menggunakan Excel dan SPSS. Setelah laju korosi tiap bulan diketaui kemudian dikelompokan permusim selama 1 tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan musiman yang konsisten pada semua parameter oseanografi. Laju korosi tertinggi terjadi pada Musim Peralihan H (0,429 mm/jam) dan terendah pada Musim Barat (0,338 mm/jam). Analisis regresi linier berganda mengungkapkan bahwa semua parameter oseanografi mempengaruhi laju korosi, dengan arus pasang Surut sebagai faktor dominan, diikuti oleh salinitas, Suhu, konduktivitas, pH, pasang surut, dan DO. Arus berperan penting dalam mempercepat transportasi ion dan partikel korosif, meningkatkan laju korosi. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengelolaan material kapal dan perlindungan infrastruktur maritim di Teluk Banten.
Tidak tersedia versi lain