Text
Evaluasi Presisi Kedalaman Dari Hasil Akuisisi Data Multibeam Echosounder Dengan Koreksi GNSS Tide (Studi Kasus Perairan P. Pari Kep. Seribu)
Penelitian ini membahas perbandingan hasil data batimetri dengan koreksi pasut menggunakan metode fide gauge, GNSS tide tanpa koreksi, dan GNSS tide dengan koreksi undulasi geoid. Data yang digunakan merupakan hasil kegiatan survei batimetri dengan multibeam echosounder (MBES) di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada bulan Juni tahun 2024. Pada saat survei, secara simultan juga dilakukan perekaman tide gauge selama 167 jam dengan sensor berupa ftide master valeport, serta pengamatan GNSS tide dengan metode Post-Processing Kinematic (PPK) dengan menggunakan receiver GNSS tipe geodetik merek DGNSS BX992 dengan durasi perekaman data selama 395 menit. Pengolahan data MBES dilakukan dengan perangkat lunak Caris HIPS and SIPS 10.4 dengan memanfaatkan beberapa formula matematis dan teknik koreksi, yakni: koreksi sinar (hukum Snell), posisi (GPS/INS), kecepatan suara (rumus empiris), serta interpolasi (Least Sguares Fitting/Kriging) dan filter untuk menghilangkan noise, menghasilkan data batimetri yang akurat. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa GNSS fide dengan koreksi undulasi menghasilkan rata-rata ketinggian sebesar 66,52 cm, lebih tinggi dibandingkan tanpa koreksi undulasi sebesar 60,78 cm. Selain itu, terdapat peningkatan sebaran data (variabilitas) dan ketidakpastian (kesalahan pengukuran). Berdasarkan standar ketelitian 5.44 IHO edisi 6 tahun 2020 tingkat ketelitiannya masuk pada kategori orde 1A/1B dengan nilai prosentase 98.870 Y9 GNSS tide tanpa koreksi dan nilai prosentase 98.872 Yo GNSS tide koreksi undulasi. Koreksi undulasi juga meningkatkan kualitas data yang ditunjukkan dengan penurunan standard error dan standard deviation. Koreksi undulasi terbukti dapat meningkatkan ketelitian yang ditunjukkan dari penurunan nilai root mean sguare error (RMSE) dari 0,12011 menjadi 0,12008. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa GNSS tide dengan koreksi undulasi dianggap lebih baik untuk survei batimetri offshore yang akurat dan efisien untuk mendukung keselamatan navigasi sesuai standar S-44 IHO.
Tidak tersedia versi lain