Text
Analisis Hasil Penentuan Chart Datum Berdasarkan Metode Lowest Astronomical Tide Menggunakan Data Pasang Surut Periode Panjang Di Perairan Utara Jawa
Indonesia, sebagai negara kepulauan, memerlukan sistem referensi vertikal yang akurat untuk pemetaan laut dan keselamatan navigasi. International Hydrographic Organization (IHO) dan Intemational Maritime Organization (IMO) sejak awal 1980-an telah mendorong penggunaan referensi astronomis sebagai Chart Datum (CD), sebagaimana tertuang dalam Resolusi Teknis A 2.5 Datum Bench Mark (1998). IHO melalui Resolution Publication edisi ke-2 tahun 2010 yang diperbarui pada 2023 merekomendasikan penggunaan Lowest Astronomical Tide (LAT) sebagai CD. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil penentuan CD berdasarkan metode LAT menggunakan data pasut periode panjang di tiga lokasi di Perairan Utara Jawa (Jakarta, Jepara, dan Surabaya). Data pasut diperoleh dari Badan Infromasi Geospasial (BIG) dengan rentang waktu di tiga stasiun: Jakarta (1991-2024), Jepara (2006-2024), dan Surabaya (1992-2024). Metode yang digunakan meliputi analisis konstanta harmonik dengan perangkat lunak GeoTide, prediksi pasut, pengisian data kosong, dan penyusunan data hybrid yang merupakan hasil penggabungan antara data pasut observasi serta data pasut prediksi. Hasil nilai Z, LAT metode manual pada stasiun pasut A sebesar 67.28 cm, stasiun pasut B sebesar 66.26 cm, dan stasiun pasut C sebesar 165.19 cm. Sedangkan, hasil nilai Zo LAT metode harmonik pada stasiun pasut A sebesar 68.50 cm, stasiun pasut B sebesar 59.40 cm, dan stasiun pasut C sebesar 162.60 cm. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan nilai Zo antara hasil LAT terhadap nilai Zo yang dimiliki oleh Pushidrosal serta jurnal ilmiah pembanding pada masing-masing stasiun A, B dan C. Penetapan Z9 LAT sebagai referensi Chart Datum dapat digunakan sebagai rekomendasi yang menjadi acuan dalam mendukung keselamatan navigasi pelayaran.
Tidak tersedia versi lain