Text
Kajian Data Kedalaman Survei Cepat (Rapid Survey) Kopaska (Studi Kasus Perairan Tanjung Jangkar, Asembagus, Situbondo)
Pendaratan amphibi membutuhkan data hidrografi, oseanografi dan meteorologi. Tugas pokok KOPASKA menyiapkan pantai pendaratan amphibi dengan melaksanakan survei cepat di area pantai pendaratan. Salah satu data hidrografi yang dibutuhkan di antaranya data kedalaman. keakuratan data kedalaman merupakan salah satu faktor untuk layak dan tidaknya suatu pantai pendaratan, demi keselamatan personil dan kendaraan—kendaraan pendarat. Untuk memperoleh data kedalaman yang akurat dan dalam waktu singkat, membutuhkan keahlian khusus dalam hal ini pengumpulan, pengolahan, dan penyajian datanya. Peralatan Penentu posisi dan pengukur kedalaman yang bebas dari kesalahan sistematik diperlukan agar menghasilkan data kedalaman yang akurat. Pemilihan data pasut, baik data pengamatan maupun prediksi pasut, yang sesuai diperlukan untuk melakukan penyurutan terhadap data hasil pengukuran kedalaman yang di peroleh dan metode survei cepat KOPASKA. Dengan mengetahui perbedaan kedalaman berdasarkan metode yang dipilih dengan data kedalaman yang menjadi acuan hasil survei DISHIDROS TNI — AL tahun 2010, sehingga selisih data kedalaman hasil pengukuran dapat dianalisis sesuai ketentuan pada SP 44 IHO edisi ke-5 tahun 2008. Berdasarkan selisih kedalaman yang diperoleh, data kedalaman yang disurutkan dengan pengamatan pasut hasiln baik dan memenuhi kriteria ordo 1 standar IHO.
Tidak tersedia versi lain