Text
Kajian Komparasi Penggunaan GNSS Tide Pada Peralatan Akuisisi Batimetri (Studi Kasus Perairan Ancol Teluk Jakarta)
Batimetri adalah ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut yang merupakan sumber informasi utama mengenai dasar laut. Dalam pengolahan data batimetri diperlukan beberapa koreksi, salahsatunya adalah koreksi pasang surut. Data pasang surut selama ini diperoleh dari pengamatan pasang surut dengan tide gauge. Pengamatan pasang surut dilaksanakan bersamaan dengan dilaksanakannya pemeruman. Teknologi lain yaitu GNSS Tide, dapat diperoleh data yang dapat menampilkan data posisi dan juga ketinggian terhadap elipsoid. Adanya GNSS Tide adalah salah satu perkembangan teknologi pada bidang hidrografi yang digunakan untuk pengamatan pasang surut (Pasut). Pada pengambilan data GNSS Tide yang di kombinasikan dengan SBES (Single Beam Echosounder) dapat digunakan untuk mengukur posisi, kedalaman yang terkoneksi pada bidang tertentu (muka surutan/CD) secara simultan dan cepat. Hasil selisih kedalaman (vertikal) rata — rata berkisar 0,3 m (3 dm) dengan nilai korelasi R2 adalah 0,8719 dan horizontal dengan nilai korelasi R2 adalah 1. Sehingga hasil perbandingan data secara visual pada LLL antara GNSS Tide (metode RTK) dengan pasut tide gauge dapat mendeskripsikan dan membuktikan penggunaan metode RTK Tide memberikan hasil yang relatif relevan dikarenakan selisih vertikal dan horizontal masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh SP.44 IHO Versi 6 Edisi Maret 2020.
Tidak tersedia versi lain