Text
Perilaku Sinyal Akustik Dalam Perubahan Suhu, Salinitas Dan Kedalaman Pada Lingkungan Bawah Air (Studi Kasus Di Laut Banda)
Laut Banda merupakan salah satu wilayah maritim terdalam di Indonesia dengan karakter oseanografi yang kompleks, meliputi variasi suhu, salinitas, dan kedalaman yang ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku propagasi sinyal akustik dalam merespon parameter fisis laut di Laut Banda. Data oseanografi diperoleh dari hasil pengukuran CTD pada Ekspedisi Jala Citra Il tahun 2022 dan data batimetri GEBCO 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemodelan propagasi akustik menggunakan perangkat lunak Monterey-Miami Parabolic Eguation (MMPE) dengan variasi frekuensi (100 Hz, 500 Hz, 1000 Hz) dan kedalaman sumber suara (3 m dan 1000 m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa propagasi akustik bawah laut sangat dipengaruhi oleh struktur termal dan stratifikasi kolom air. Frekuensi rendah (100 Hz) dan sumber suara pada kedalaman 1000 m memberikan hasil propagasi yang paling efisien, dengan jangkauan hingga lebih dari 50 km. Sedangkan pada frekuensi tinggi (1000 Hz), jangkauan efektif sinyal menurun drastis karena peningkatan redaman. Perbedaan jenis sedimen dasar laut juga memengaruhi refleksi dan pelemahan sinyal, terutama di stasiun dengan dominasi pasir kasar. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan teknologi akustik bawah laut di Indonesia.
Tidak tersedia versi lain