Text
Pengaruh Dinamika Internal Wave Dan Arlindo Terhadap Propagasi Akustik Di Perairan Selat Lombok
Dinamika oseanografi di Selat Lombok, yang merupakan jalur utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo), sangat kompleks dan dipengaruhi oleh fenomena Gelombang Soliton Internal (GSI) yang kuat. Kehadiran GSI dapat mengubah struktur kolom air secara drastis, namun pengaruhnya terhadap propagasi akustik bawah air belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi antara GSI dan Arlindo terhadap karakteristik propagasi akustik di Selat Lombok. Metode yang digunakan adalah pendekatan terintegrasi dengan memvalidasi data model Copernicus (CMEMS) menggunakan data observasi mooring buoy program INStAnT tahun 2004, yang kemudian digunakan sebagai input untuk pemodelan propagasi akustik dengan Monterey-Miami Parabolic Eguation (MMPE). Simulasi dilakukan pada tiga frekuensi (500 Hz, 1 kHz, dan 10 kHz) dalam dua kondisi: dengan dan tanpa kehadiran GSI yang dideteksi melalui citra satelit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika Arlindo secara musiman memodulasi kondisi pembentukan GSI. Pengaruh utama GSI terhadap akustik adalah intensifikasi dan perluasan shadow zone (zona bayangan) di dekat permukaan, yang disebabkan oleh efek pembelokan (refraksi) suara ke bawah yang kuat. Dampak ini sangat bergantung pada frekuensi, di mana frekuensi tinggi (1 kHz dan 10 kHz) mengalami pelemahan transmisi yang jauh lebih signifikan dibandingkan frekuensi rendah (500 Hz). Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa pemahaman dinamika oseanografi non-statis, khususnya interaksi GSIArlindo, krusial untuk prediksi performa sistem akustik bawah air yang akurat di perairan strategis Indonesia.
Tidak tersedia versi lain