Text
Karakteristik Gelombang Laut Dibangkitkan Angin Di Perairan Teluk Banten dan Sekitarnya Berdasarkan Data Observasi Dan Model Global
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang laut yang dibangkitkan angin di Perairan Teluk Banten selama Muson Peralihan II (4 September—3 Oktober 2024) menggunakan kombinasi data observasi (AWS dan Wave Recorder SBE-26 Plus) serta data model giobal Marine Copernicus. Parameter yang dianalisis mencakup tinggi gelombang signifikan (Hs), swell wave, wind wave, dan kecepatan hanyutan gelombang (stokes wave drift velocity). Peramalan gelombang dilakukan dengan metode Sverdrup-Munk-Bretschneider (SMB) menggunakan data angin dan fetch efektif. Validasi dilakukan melalui uji korelasi, regresi, MAE, dan RMSE. Hasil menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum dari metode SMB sebesar 2.3 m dan observasi mencapai 2,4 m, dengan nilai RMSE 0,10 m dan MAE 0,24 m. Meskipun terdapat perbedaan signifikan antara observasi dan model (p « 0,05), hasil validasi menunjukkan bahwa model Copernicus cukup representatif. Korelasi antara kecepatan angin dan tinggi gelombang tergolong lemah (r - 0,031), namun arah angin dominan (230”) serta gelombang angin dan swell menunjukkan pola musiman yang konsisten. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pengamatan lapangan dan model numerik untuk mendukung prediksi gelombang serta keselamatan pelayaran di wilayah pesisir tertutup seperti Teluk Banten.
Tidak tersedia versi lain