Text
Kajian Awal Identifikasi Karakteristik Internal Wave di Selat Lombok Anang Prasetia Adi
Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai selat-selat dan memiliki topografi dasar laut yang sangat unik, dimana topografi dasar laut berinteraksi dengan pasang surut pada daerah lapisan laut yang terstratifikasi yang menyebabkan terjadinya fenomena intemal wave. Selat Lombok yang dilintasi Arlindo merupakan salah satu selat yang diindikasikan terdapat fenomena internal wave, dikarenakan adanya sill pada kedalaman sekitar 350 meter. Penelitian ini menggunakan data mooring VMCM (Vector Measuring Cument Meter) dan data CTD (Conductivity Temperature and Depth) tanggal 11 Januari 30 Nopember 2004 pada kedalaman 100m, 350m, dan 450m yang diperoleh dari program riset INSTANT (International Nusantara Stratification and Transport) yang diselenggarakan oleh Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Metode penelitian yang dilakukan adalah metode time sen'es analysis dengan melakukan penyeragaman sampling rate data mooring, penggambaran profil data moon'ng, penggambaran profil bandpass filter osilasi semi diumal, penggambaran profil stratifikasi yang direpresentasikan dengan brunt_vaisala frequency, vertikal profil intemal tide semi diumal di beberapa kedalaman dan perhitungan algoritma group velocity di perairan Selat Lombok. Data ini diproses dengan menggunakan software Matlab seri 7.0.1 dan program seawater tools. Kajian ini menunjukkan adanya refleksi gelombang menuju ke kedalaman 100 meter (upper layer) dan ke kedalaman 450 meter (lower layer). Pola pasut di perairan Selat Lombok bagian barat lebih dominan campuran condong harian tunggal (mixed tide, prevailing diumal) dan di perairan Selat Lombok bagian timur lebih dominan campuran condong harian ganda (mixed tide, prevailing semi diurnal). Nilai group velocity di Selat Lombok bagian barat (C9100 = 1,59 mls, ng00 = 3,18 m/s) dan di Selat Lombok bagian timur (C9100 = 0,89 mls, 09200 = 1,78 m/s).
Tidak tersedia versi lain