Text
Kajian Karakteristik Pasang Surut Air Laut Dengan Menggunakan Alat SBE-26 Seagauge, Thalimedes Shaft Encoder 110 dan Tide Gauge Valeport 740
Dalam setiap kegiatan survei Hidro-Oseanografi diperoleh banyak data, salah satu diantaranya data pasang surut. Dalam proses pengumpulan data pasang surut terdapat beberapa peralatan pencatat pasang surut baik secara konvensional, mekanik otomatis, maupun otomatis elektronik. Pengumpulan data dengan menggunakan 3 alat otomatis yang mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Alat yang digunakan yaitu SBE-26 Seagauge, Thalimedes Shaft Encoder 110, Tide Gauge Valeport 740. Sebagai kontrol alat konvensional dipasang palem. Pengamatan alat dilakukan 15 hari secara simultan dengan tujuan mengkaji karaktristik alat serta hasil yang diperoleh yaitu grafik, amplitudo, duduk tengah, dan tunggang air. Berdasarkan data pasang surut yang telah diperoleh di daerah Dermaga Le Bridge Perairan Ancol, kemudian diolah dengan menggunakan metode British Admiralty diperoleh jenis pasang surut daerah tersebut pasang surut harian tunggal beraturan. Duduk Tengah yang diperoleh sebesar 264 cm dari nol palem. Dari hasil grafik pasang surut yang diperoleh, nilai tunggang air selama 15 hari nilai minimum sebesar 209 cm dengan palem. Sedangkan tunggang air maksimum sebesar 321 cm pada alat Tide gauge Valepon‘ 740. Beda tinggi titik nol palem dengan TB 01 diperoleh hasil sebesar 3451,15 cm. Dari ketiga alat hasil yang diperoleh relatif sama.
Tidak tersedia versi lain