Text
Evaluasi Keadaan Medan Pantai Pendaratan Dalam Mendukung Operasi Amfibi Menggunakan Analisa Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pantai Sekerat Kalimantan Timur)
Dimensi wilayah laut yang sangat ruas tidak hanya menyediakan peluang-peluang yang bersifat positif bagi bangsa Indonesia, akan tetapi juga membawa konsekuensi yang harus dihadapi. Kondisi dan konstelasi geografi Indonesia tentunya akan mempengaruhi sistem pertahanan dan keamanan negara. Salah satu langkah pelaksanaan proyeksi kekuatan militer adalah penggelaran operasi amfibi. Operasi Amfibi merupakan bentuk operasi yang efektif untuk menanggulangi gangguan dan ancaman di wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena dapat bersifat ofensif maupun defensif strategis. Evaluasi pantai pendaratan selama ini masih bersifat konvensional, sehingga perlu adanya penyajian aplikatif yang dapat mengelola data, menganalisa, memvisualisasikannya secara digital. Dengan tersedianya basis data spasial dan non spasial SIG pantai pendaratan, dapat berguna dalam perencanaan dan pengambilan keputusan strategis yang dapat dijadikan data intelijen saat melaksanakan operasi maupun latihan operasi amfibi. Integrasi data hidro-oseanografi, citra satelit dan DEM SRTM daerah Kutai Timur Kaltim (pantai Sekerat) menghasilkan beberapa alternatif pantai pendaratan yang ideal yang dapat digunakan untuk latihan maupun operasi amfibi yaitu pantai Sekerat 1, Sekerat 2, dan Sekerat 3. Hasil analisa dengan menggunakan beberapa perangkat lunak berbasis StG dan pengolahan data citra satelit mendapatkan kesesuaian dengan metode pembobotan (Estimating Weights) dari kriteria pantai pendaratan diperoleh kesimpulan bahwa pantai Sekerat 1 merupakan pantai yang ideal.
Tidak tersedia versi lain