Text
Pra Analisis Ketelitian Posisi Horisontal Pada Sistem Penentuan Posisi Elektronik (Studi Kasus Teluk Jakarta)
Ketelitian posisi yang baik sangat dibutuhkan saat bemavigasi melintasi medan ranjau pada alur aman (Q-mute). Salah satu sistem yang sering digunakan untuk menentukan posisi adalah Global Navigation Satellite System (GNSS) dengan ketelitian tinggi. Namun kendali operasional GNSS berada pada negara pemiliknya sehingga setiap saat dapat menurunkan ketelitian yang dihasilkan. Sistem penentu posisi lain dimana perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian operasional dapat dilakukan secara mandiri oleh TNI AL adalah Electmnic Positioning System (EPS). EPS menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi yang dipancarkan secara terus menerus untuk mengukur jarak dari stasiun remote di darat ke stasiun master di kapal. Ketelitian posisi yang dihasilkan EPS bergantung pada faktor jumlah dan bentuk sebaran stasiun-stasiun remote EPS di pantai. jauhnya titik yang ditentukan posisinya serta sudut hasil perpotongan garis posisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketelitian posisi yang dihasilkan EPS berdasarkan letak enam, empat dan tiga stasiun remote di pantai dengan memperhatikan pengaruh faktor-faktor yang dimaksud. Perhitungan pra-analisis ketelitian posisi dilakukan menggunakan perataan kuadrat terkecil metode parameter dan uji statistik. Data yang digunakan merupakan data simulasi. Ketelitian posisi dinyatakan oleh nilai elips kesalahan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil perhitungan menunjukkan ketelitian posisi berdasarkan pada satu macam kombinasi enam stasiun kurang dari 2 m. Ketelitian posisi pada 15 macam kombinasi empat stasiun kurang dari 5 m dan lima diantaranya kurang dari 2 m. Dua dari 20 macam kombinasi tiga stasiun memiliki bentuk geometri yang buruk. 16 dari 18 macam kombinasi yang tersisa. menghasilkan ketelitian posisi kurang dari 5 m dan delapan diantaranya memiliki ketelitian kurang dari 2 m.
Tidak tersedia versi lain