Text
Album Peta Lamun 2017
fDi perairan Indonesia terdapat 15 spesies, yang terdiri atas 2 famili dan 7 genus. Spesies lamun yang dapat dijumpai adalah 12 spesies, yaitu Enhalus acoroides, Cynodocea rotundata, C. serrulata, Halophila decipiens, H. ovalis, H. minor, H. spinulosa, Haludole pinifolia, Hd. uninervis, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii Thalassodendron ciliatum. Tiga spesies lainnya, yaitu Halophila sulawesii merupakan spesies lamun baru yang ditemukan oleh Kuo pada tahun 2007, Halophila becarii yang ditemukan herbariumnya tanpa keterangan yang jelas, dan Ruppia maritima yang dijumpai koleksi herbariumnya dari Ancol-Jakarta dan Pasir Putih-Jawa Timur.
Lamun umumnya tumbuh di daerah pasang surut dari pantai pesisir dan sekitar pulau-pulau karang. Tumbuh mulai dari mintakat (zona) intertidal sampai pada kedalaman lebih kurang 90 m. Menurut beberapa publikasi, spesies Halophila beccarii ditemukan di Indonesia, spesiemen species ini ada di Herbarium Bogoriense, dikoleksi dari muara Sungai Bintulu, Serawak, sekitar 20 mil laut dari Tanjung Datu, Kucing, garis batas Indonesia. Akan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini belum pernah ditemukan atau tercatat. Spesies Thalassodendron ciliatum menurut publikasi sebelumnya tersebar hanya dikawasan timur Indonesia, kini dapat ditemukan dan tercatat di kawasan bagian barat Indonesia, yaitu di Kepulauan Riau, dan di bagian tengah Indonesia, yaitu di Sulawesi Utara. Sebaliknya tidak semua kawasan timur Indonesia dapat ditemukan T. ciliatum misal di perairan Pulau Bacan, Maluku Utara. Secara umum, Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii adalah spesies-spesies lamun yang sering ditemukan di perairan Indonesia.
Informasi mengenai sebaran spesies lamun menjadi penting untuk diketahui. Oleh sebab itu Tim Wali Data Lamun Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mencoba memetakan sebaran jenis lamun dari ke-duabelas spesies yang umum dijumpai dalam bentuk album peta. Album peta ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang sebaran spesies lamun yang ada di Indonesia dan dapat digunakan oleh para mahasiswa, akademisi dan praktisi untuk memperkaya sebaran spesies lamun.
Album peta ini tersusun atas dukungan dari berbagai pihak. Data yang diolah dalam Album ini merupakan kontribusi dari berbagai institusi di Indonesia. Oleh karena itu, penyusun menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang ikut berkontribusi dalam penyusunan buku ini.
'Tak ada gading yang tak retak', kami mengundang kritik dan saran dari pembaca untuk melengkapi album peta ini.
Tidak tersedia versi lain