Text
Aplikasi GPS Trimble 4000 Ssi Untuk Pengukuran Garis Pantai Dengan Metode Stop-and-Go.
Global Positioning system (GPS) telah banyak diaplikasikan untuk keperluankeperluan dan proyek-proyek yang khususnya memerlukan infomasi mengenai posisi. Saat ini GPS juga mulai banyak digunakan di Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia. Meskipun GPS awalnya direncanakan untuk melayani kebutuhan militer Amerika Serikat. Justru pada saat ini aplikasi GPS lebih luas dan lebih banyak di kalangan sipil dibandingkan di lingkungan militer. Dalam hal survei dan pemetaan serta penentuan posisi, GPS telah digunakan untuk keperluan Survei HidroOseanografi, Survei Seismik, Penentuan Posisi dan Garis pantai. Dalam pelaksanaan pengumpulan dam pengukuran detil situasinya menggunakan metode Stop-and-Go dengan berbasiskan pada penentuan posisi secara diferensial dengan menggunakan data fase. Koordinat dari titik-titik ditentukan relatife terhadap koordinat dari stasiun referensi (monitor station). Pada metode Slop-and-Go, ambiguitas fase pada titik awal harus ditentukan sebelum receiver bergerak dan dilakukan dengan melakukan pengamatan satelit yang relatif lebih lama dibandingkan pengamatan pada titik-titik berikutnya. Setelah pengamatan di titik pertama dilakukan dalam waktu yang diperkirakan cukup untuk menentukan ambiguitas fasenya sekitar 15-30 menit, maka selanjutnya receiver bergerak menuju titik-titik berikutnya. Untuk mencapai ketelitian posisi relatif titik dalam orde cm, receiver GPS cukup berhenti sekitar 1-2 menit di sctiap titiknya. Dari hasil pengukuran detil situasi diperoleh analisa secara umum tidak ada perbedaan peta topografi, misalkan ada perbedaan itupun terjadi karena perubahan bentuk morfologi pantai akibat dari kegiatan manusianya sendiri. Pada pengambilan data pengukuran detil situasinya diperoleh data yang berupa bentuk lintang bujur. selanjutnya disajikan dalam bentuk lembar lukis teliti dengan sekala l : 5000 dengan orde 3.
Tidak tersedia versi lain