Text
Sistim Pelampungan A Tahun 2003
Dengan adanya perubahan Sistem Pelampungan pada perairan di seluruh dunia sebagai hasil kerja Komite Tehnik ILA.L.A. (International Association of Lighthouse Authorities) 1970 - 1975, maka sistem pelampungan yang diterapkan diperairan Indonesia juga mengalami perubahan dari Sistem Lateral menjadi Sistem Pelampungan yang baru. Dan sekarang seluruh pelampung yang ada di perairan Indonesia telah diletakkan sesuai dengan sistem pelampungan yang baru. Secara Internasional hanya ada dua macam sistem pelampungan, yaitu Sistem Pelampungan A dan Sistem Pelampungan B. '
Sistem Pelampungan A adalah perpaduan antara Sistem Pelampungan Kardinal (Cardinal Buoyage System), dan Sistem Pelampungan Lateral (Lateral Buoyage System), sedangkan Sistem Pelampungan B adalah Sistem Lateral saja (Lateral Buoyage System). Dalam sistem Pelampungan A semua pelampung tumpul merah dengan suar merah diletakkan pada sisi kiri alur, sedang semua pelampung runcing hijau dengan suar hijau diletakkan pada sisi kanan alur.
Dalam sistem Pelampungan B semua pelampung tumpul hijau dengan suar hijau diletakkan pada sisi kiri alur, sedang semua pelampung runcing merah dengan suar merah diletakkan pada sisi kanan alur. Karena sistem pelampungan Indonesia yang lama (Sistim Lateral), pelampung-pelampung tumpul merah dengan suar merah selalu diletakkan pada sisi kiri alur, maka Indonesia lebih cocok menganut Sistim Pelampungan A.
Agar para pelaut Indonesia dapat memahami sungguh-sungguh Sistem Pelampungan A, Dishidros menerbitkan Buku Petunjuk Sistim Pelampungan A sesuai dengan keputusan I.A.L.A. tahun 1975.
Tidak tersedia versi lain