Text
Organizational Citizenship Behavior Tenaga Pendidik
"Pada era reformasi dan globalisasi ini, TNI mengemban tugas pokok yang semakin berat. Masalah di dalam negeri dan masalah konflik antar negara yang berkaitan dengan batas laut internasional, alur perdagangan lintas laut yang semakin rawan serta masalah keamanan laut lainnya membutuhkan postur seorang prajurit yang tidak hanya memiliki kompetensi professional tetapi juga memiliki sense of duty dan sense of honour yang tinggi. Tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua prajurit yang telah dididik di lembaga-lembaga pendidikan (lemdik) militer memiliki postur yang diharapkan. Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh anggota TNI. Berbagai bentuk perilaku tersebut oleh Vardi and Weitz, 2003 (dalam Gadot, 2006) dikenal dengan konsep Organizatioanal Misbehavior (OMB) sebagai antithesis dari Organizatioanal Citizenship Behavior (OCB).
Kondisi tersebut harus direspon oleh Lembaga Pendidikan TNI, pendidikan yang berkualitas merupakan kunci bagi Lemdik Militer untuk mencapai tujuan organisasinya. Tetapi peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya pembenahan dari segi kurikulum atau perangkat pembelajaran saja. Diperlukan juga pembenahan dan peningkatan sumberdaya manusia, khususnya yang terkait langsung dengan proses pendidikan. Sebagai salah satu komponen pendidikan, Tenaga Pendidik merupakan faktor dorninan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran pendidikan. Peran Tenaga Pendidik dalam konteks perilaku keorganisasian, berkaitan dengan peran penting seorang bawahan dalam suatu organisasi yakni perilaku
kewargaan organisasi atau dikenal dengan istilah Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB seseorang biasanya dipengaruhi oleh hal-hal yang berada di luar diri individu dan berpengaruh langsung pada perilakunya seperti kepemimpinan transformasional, iklim organisasi, kohesifitas kelompok dan supervisi. Selain itu OCB juga dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang berada di dalam diri individu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor-faktor tersebut diantaranya kepuasan kerja, stress kerja, keterampilan lunak atau soft skill, dan kecerdasan emosi. Disamping itu Tenaga Pendidik adalah seorang individu yang unik. Khususnya bagi Perwira TNI, korps memiliki peran tidak hanya dalam karier dan penugasan tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan pada pembentukan karakternya."
Tidak tersedia versi lain