Text
Pemanfaatan Data Side Scan Sonar Untuk Identifikasi Sedimen Dasar Laut (Studi Kasus Perairan Lingga)
Teknologi Side Scan Sonar telah menjadi alat penting dalam ekspiorasi bawah laut, terutama untuk pemetaan dasar laut, identifikasi objek bawah air, dan survei arkeologi maritim. Teknologi ini bekerja dengan memancarkan gelombang suara ke samping dari kapal atau platform bawah laut, kemudian menangkap pantulan gelombang suara untuk menghasilkan gambar dua dimensi dari permukaan dasar laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan penggunaan Side Scan Sonar dalam pemetaan dasar laut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sedimen yang ada di dasar laut. Pemrosesan data side scan sonar dilakukan menggunakan koreksi geometrik dan koreksi radiometrik. Lokasi penelitian berada di sekitar Perairan Lingga menggunakan instrumen side scan sonar C-MAX CM2 dengan frekuensi 325 kHz. Pengolahan data menggunakan software SonarWiz 7, XtfTosegy, Seisee dan Matlab untuk menampilkan grafik yang dapat menunjukan nilai amplitudo dari target yang terdeteksi. Hasil dari 10 target terbagi menjadi 4 jenis sedimen yaitu 3 jenis karang, 1 krikil pasiran, 2 pasir, dan 4 pasir kerikilan. Jenis sedimen karang dengan range nilai amplitudo sebesar 24920 sd 32384 mV dan memiliki nilai hambur balik sebesar -1 sd -0.03 dB. Jenis sedimen Kerikil Pasiran dengan nilai amplitudo sebesar 27776 mV dan memiliki nilai hambur balik sebesar —1.37 dB. Jenis sedimen Pasir dengan range nilai amplitudo sebesar 20224 sd 27520 mV dan memiliki nilai hambur balik sebesar -4.12 sd -1.45 dB. Jenis sedimen Pasir kerikilan dengan range nilai amplitudo sebesar 23168 sd 31744 mV dan memiliki nilai hambur balik sebesar -2.94 sd -0.210B.
Tidak tersedia versi lain